Borong, Idenusantara.com – Suasana khidmat bercampur semangat kebersamaan menyelimuti Bumi Perkemahan Sok, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, pada Rabu petang (13/8/2025).
Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-64, tradisi pawai obor dan penyalaan api unggun kembali digelar, menghidupkan kembali nyala nilai-nilai luhur kepanduan yang sempat absen dari perkemahan sebelumnya.
Tepat pukul 18.00 WITA, ratusan anggota Pramuka dari tujuh Gugus Depan (Gudep) berkumpul, wajah-wajah muda mereka memancarkan antusiasme.
Gugus Depan yang terlibat meliputi SDI Momang Mese, SDK Golo Mongkok, SDI Sok, SDI Sita Kaca, SMPN 6 Borong, SMK Cinta Damai, dan SMAN 1 Borong.
Dengan obor di tangan, mereka memulai pawai menempuh rute sepanjang kurang lebih satu kilometer, mengelilingi area sekitar Bumi Perkemahan Sok sebelum kembali ke titik awal.
Gemuruh langkah kaki dan cahaya obor yang berderet menciptakan pemandangan yang memukau, menjadi simbol kebangkitan kembali tradisi yang mempererat tali persaudaraan Pramuka.
Tak lama setelah pawai obor usai, kehangatan lain mulai menjalar saat upacara penyalaan api unggun dilaksanakan. Kobaran api yang menari-nari di tengah kegelapan malam menjadi pusat perhatian.
Dalam renungan yang mendalam, Pembina Upacara, Bapak Silvester Jeharu, S.Pd., menyampaikan pesan-pesan inspiratif yang menggugah hati para peserta.
"Api unggun dinyalakan oleh kayu-kayu yang berasal dari alam, yang kita satukan di tempat ini. Dari latar belakang berbeda, kita disatukan oleh semangat, yaitu semangat Pramuka untuk Indonesia. Nyala api yang kita saksikan bersama melambangkan semangat berkorban, cita-cita, dan tekad yang hidup dalam diri kita masing-masing," ujar Silvester.
Silvester juga menekankan bahwa perjuangan dalam Pramuka akan membuahkan hasil di kemudian hari.
"Melalui kegiatan seperti ini, karakter dan ketangguhan kalian terbentuk, sehingga kelak kalian dapat menjadi pribadi yang berhasil, baik sebagai anggota masyarakat maupun dalam profesi mulia seperti polisi, tentara, akademisi, maupun dokter," tambahnya.
Mengibaratkan api sebagai sumber penerangan di masa lalu, Silvester berpesan agar nyala api dalam diri setiap Pramuka menjadi cahaya penuntun cita-cita dan dibagikan kepada sesama.
"Di bumi perkemahan ini, kalian telah saling mengenal meski berasal dari lokasi yang berbeda. Api ini juga menjadi pengingat bagi para pembina dan Kamabigus untuk senantiasa memberikan pendidikan terbaik bagi kalian. Di sini, karakter kalian dibentuk dan diuji oleh tantangan, dan saya yakin kalian mampu mengatasinya," tegasnya, disambut anggukan setuju dari para peserta.
Menutup renungannya, Silvester berharap nyala api unggun tak hanya menjadi simbol sesaat, melainkan semangat abadi yang menerangi perjalanan hidup dan menjadi penyejuk jiwa.