Musisi ternama di kabupaten Manggarai, Dony Ambang, juga menulis singkat: "Super kk…"
Baca Juga: Stabilkan Harga Beras Pemerintah Terus Operasi Pasar dan Perketat Pengawasan di Lapangan
Hijrah Politik dengan Visi yang Lebih Luas
Sebagaimana diketahui, Heri Baben pada Agustus 2025 lalu secara resmi bergabung dengan Partai NasDem. Keputusan itu diambil setelah melalui pertimbangan panjang.
Dalam wawancara dengan Ide Nusantara tanggal 4 Agustus 2025, Heri menjelaskan bahwa perpindahannya bukan karena konflik atau kecewa dengan Hanura, melainkan karena ia ingin mencari ruang politik yang lebih luas untuk mewujudkan gagasan sosial dan pemberdayaan anak muda Manggarai.
"Alasan pindah partai salah satunya karena mempertimbangkan ruang dan jejaring politik yang lebih mendukung serta saling menopang. Saya ingin memperjuangkan ide dan aspirasi generasi muda secara lebih konkret," ujar Heri waktu itu.
Meski demikian, Heri menegaskan bahwa hubungan baik dengan kader Hanura tetap terjaga.
"Politik bisa berganti arah, tapi hati tetap saling menghargai," tambahnya.
Baca Juga: Indonesia Swasembada, Mentan/Kepala Bapanas Amran: Dulu Impor Sekarang Bisa Ekspor
Refafi Gah dan Politik yang Menjaga Persahabatan
Refafi Gah sendiri dikenal sebagai figur politik NTT yang sering menekankan pentingnya etika dan persaudaraan lintas partai.
Dalam beberapa kesempatan, ia kerap menolak politik permusuhan dan menekankan bahwa kompetisi harus dijalankan dengan cara yang elegan.
"Kalau kita berpolitik untuk rakyat, maka kita tidak boleh terjebak pada sekat warna partai. Persahabatan itu tetap di atas semua perbedaan," ujar Refafi usai acara ramah tamah tersebut.
Sikap Refafi itu tercermin jelas dalam pertemuan Minggu sore, sebagai sebuah ruang politik yang sejuk, di mana perbedaan bendera tidak membatalkan nilai persahabatan dan saling hormat.
Politik yang Humanis, Bukan Sekadar Kekuasaan
Pertemuan Refafi Gah dan Heri Baben menjadi gambaran nyata bahwa politik tidak harus keras dan kaku. Di tengah suhu politik yang kerap memanas menjelang tahun-tahun elektoral, momen seperti ini justru menunjukkan sisi humanis dari para pelaku politik daerah.