daerah

Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Wafatnya Seorang Anak di Jerebu’u Kabupaten Ngada, Gubernur NTT Tegaskan Perbaikan Sistem Perlindungan Sosial

Jumat, 6 Februari 2026 | 07:41 WIB
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena (Foto: Dokpri. MLL)

 

Idenusantara.com-Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dalam kesempatan wawancara bersama pers di Kupang Pada Rabu (4/2/2026), menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas wafatnya seorang anak berusia 10 tahun di Desa Jerebu’u, Kabupaten Ngada.

Diketahui bahwa anak tersebut meninggal dunia akibat bunuh diri, yang dipicu oleh kekecewaan karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis sekolah.

Menurut Gubernur, peristiwa ini bukan semata-mata tragedi keluarga, melainkan kegagalan kolektif berbagai sistem baik pemerintahan, sosial, budaya, keagamaan, dan pendidikan dalam mendeteksi lebih dini serta memberikan pertolongan yang cepat dan tepat kepada warga yang membutuhkan, terutama anak-anak dan keluarga kurang mampu.

Baca Juga: Selain Minta Beli Buku dan Pena, Bupati Ngada Ungkap Sejumlah Fakta Lainnya Sebelum YBR Bunuh Diri

Kejadian ini merupakan tamparan keras bagi nurani dan kemanusiaan kita bersama, sekaligus pengingat bahwa masih terdapat celah serius dalam sistem perlindungan sosial yang harus segera dibenahi agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

"Sebagai Gubernur Provinsi NTT, saya berduka cita mendalam dengan kejadian yang terjadi di Jerebu'u, Kabupaten Ngada. Saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga. Kita berdoa agar anak kita yang tercinta ini diterima di sisi Tuhan, dan peristiwa ini menjadi pelajaran yang sangat berharga agar kejadian serupa tidak pernah terulang di seluruh pelosok NTT," ungkap Gubernur Melki.

Sejak menerima informasi kejadian tersebut, Gubernur NTT telah berkoordinasi langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati Ngada, serta jajaran pemerintah dan unsur non-pemerintah di daerah. Pemerintah memastikan proses pemakaman dilakukan dengan layak serta mendorong penyelesaian seluruh persoalan sosial dan adat yang menyertai peristiwa ini.

Baca Juga: Nyawa di Ujung Pena: Ketika Centang Biru Bansos Tak Mampu Menahan Putus Asa Bocah 10 Tahun

Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Ngada juga akan memberikan dukungan menyeluruh kepada keluarga korban, termasuk pendampingan pemulihan trauma serta bantuan yang dibutuhkan. Selain itu, Pemerintah Provinsi NTT memastikan akan membantu pembangunan rumah layak huni bagi keluarga korban.

Lebih jauh, Gubernur menegaskan pentingnya perbaikan dan penguatan sistem pengaman sosial (social safety net) agar kasus serupa dapat dicegah sejak dini. Salah satu perhatian utama adalah pendataan dan administrasi kependudukan, yang menjadi syarat penting agar masyarakat miskin dapat mengakses bantuan sosial.

"Jangan sampai hanya karena persoalan administrasi kependudukan, warga miskin kehilangan hak atas bantuan. Ini soal kemanusiaan. Data adalah pintu masuk semua layanan," ujar Gubernur Melki.

Baca Juga: Polres Manggarai Barat Salurkan Perlengkapan Sekolah di TRK Lobohusu

Untuk itu, Gubernur Melki menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah dari tingkat provinsi hingga desa termasuk Camat, Lurah, Kepala Desa, RT/RW serta mengajak tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan perempuan untuk bersama-sama aktif mendata dan memastikan tidak ada warga miskin yang terlewat, terutama mereka yang berpindah domisili dan belum tertib administrasi.

Halaman:

Tags

Terkini