daerah

Kisah Mengharukan; Fandi Melawan Infeksi Tulang di Tengah Keterbatasan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 05:00 WIB
Fandi divonis menderita osteomielitis tibia atau infeksi tulang kering akibat bakteri. (Foto:Dok.Eccyk)

Idenusantara.com-Di rumah sederhana berdinding kayu di Kampung Waepau, Dusun Kazukerok, Desa Benteng Tawa II, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada, seorang remaja 14 tahun bernama Fandrianus Watu berjuang menahan sakit yang tak henti.

Setiap langkah terasa berat. Luka di kaki kanannya terus melebar. Sejak Agustus 2025, Fandi divonis menderita osteomielitis tibia atau infeksi tulang kering akibat bakteri. Penyakit itu merampas masa kecilnya. Sekolah, bermain, dan berlari bersama teman kini hanya jadi kenangan yang ia rindukan.

Baca Juga: Pilu Maria, Bocah 3 Tahun Asal Manggarai Timur: Kepalanya Terus Membesar, Orangtua Hampir Menyerah

Dari Bajawa, Kupang, Hingga Pulang Kampung Tanpa Pilihan

Keluarga Fandi tidak tinggal diam. Mereka sudah berusaha mencari pengobatan terbaik.

Fandi sempat dirawat di RSU Bajawa, lalu dirujuk ke RS Siloam Kupang selama dua minggu. Kontrol rutin membuatnya harus tinggal di Kupang dari Oktober 2025 hingga Januari 2026.

Dokter menyarankan rujukan lanjutan ke RS dr. Sutomo Surabaya. Tapi harapan itu terhenti di biaya.

“Karena keterbatasan ekonomi dan tidak ada keluarga di Surabaya, kami terpaksa bawa Fandi pulang kampung,” kata keluarga.

Kini, perawatan hanya bisa dilakukan seadanya di rumah. Luka dibersihkan dengan cairan infus dan diurut dengan minyak. Ayahnya, Hermanus Yosep Rabu, bekerja serabutan membersihkan kebun warga dengan upah Rp50 ribu per hari. Itu pun tidak setiap hari ada pekerjaan.

Baca Juga: “Tangisan di Tengah Laut” Aksi Heroik Bidan Muda Selamatkan Ibu dan Bayi di Atas KM Dharma Rucitra VII

Bantuan Ada, Tapi Belum Cukup untuk Berangkat

Keluarga sudah menerima bantuan sosial: PKH, BPNT/Sembako, dan PBI JKN/KIS aktif. Tapi kendala terbesar bukan biaya pengobatan, melainkan biaya di luar itu, yakni:
- Transportasi rujukan ke Surabaya
- Akomodasi dan makan selama pengobatan
- Tempat tinggal sementara di kota besar

Pada Kamis, 21 Mei 2026, Dinas Sosial Kabupaten Ngada melalui Katim PKH Ubaldus Repu datang melakukan asesmen. Laporan kondisi Fandi sudah dikirim ke Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Perlindungan Sosial Non Kebencanaan. Semua pihak berharap ada intervensi cepat.

Ibu Eccyk (Jaket Hitam) saat mengunjungi Fandi

Halaman:

Tags

Terkini