Kisah Mengharukan; Fandi Melawan Infeksi Tulang di Tengah Keterbatasan Ekonomi

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Sabtu, 23 Mei 2026 | 05:00 WIB
Fandi divonis menderita osteomielitis tibia atau infeksi tulang kering akibat bakteri. (Foto:Dok.Eccyk)
Fandi divonis menderita osteomielitis tibia atau infeksi tulang kering akibat bakteri. (Foto:Dok.Eccyk)

Suaranya Guru: “Fandi Hanya Bisa Menangis”

Kabut kesedihan itu yang membuat Ibu Eccyk Anjela, guru SMP Negeri 2 Riung, tidak bisa tinggal diam. Ia tergerak hati untuk membantu Fandi dengan cara mempublikasikan kisah pilu Fandi ke akun sosmed miliknya yaitu di Facebook. Banyak orang baik telah membantu.Sejak beberapa hari yang lalu hingga siang tadi, sepulang sekolah, ia terus menyempatkan diri menjenguk muridnya.

Jarak sekolah ke rumah Fandi hanya 7 menit berjalan kaki, tapi jalannya masih bebatuan. Di sana ia bertemu ayah, ibu, paman, dan adik bungsu Fandi yang masih 5 tahun.

“Saya kasih kabar ke Fandi bahwa Puji Tuhan sudah ada orang baik yang kirim doa dan bantuan. Uang yang terkumpul sudah jutaan rupiah. Saya bilang, ‘Fandi, bertahan ya. Kalau uang sudah cukup untuk ke Surabaya, kamu pasti bisa sekolah lagi dan kejar cita-cita,” kisah Bu Eccyk saat diwawancarai Media ini.

Baca Juga: Sambut Hari Lansia Sedunia, Pemda Matim dan Kemensos Layani e-KTP hingga Cek Kesehatan Gratis untuk Lansia

Fandi, anak kedua dari tiga bersaudara dan satu-satunya laki-laki, hanya bisa menangis.

“Sebagai guru, di hati saya Fandi bukan sekadar murid. Ia anak, teman, adik. Semoga di hati kalian juga begitu,” ujar Bu Eccyk.

Kak sulung Fandi kini duduk di SMA Kelas X di Bajawa. Dulu, ia juga murid Bu Eccyk. Keluarga ini memang dikenal rajin dan ulet. Fandi sendiri dikenal tekun sebelum sakit memaksanya berhenti sekolah.

Fandi Merindukan Sekolah dan Teman-temannya

Setiap kali mendengar suara teman-temannya pulang sekolah, Fandi sering menutup pintu. Rindu itu terlalu berat.

Ia rindu suasana kelas. Rindu belajar dan bermain. Rindu bercerita tentang masa depan bersama teman sepermainannya.

“Fandi hadir di hati kita untuk mengetuk nurani agar bersama dia melawan penyakit ini,” tulis Bu Eccyk dalam pesannya.

 

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X