daerah

3.356 Penari Guncang Lembah Fulan Fehan, Mendagri Tito: Ini Panggung Ciptaan Tuhan, Bukan Buatan Manusia

Senin, 29 Juni 2026 | 10:41 WIB
Momen pembukaan Festival Fulan Fehan ke-4 (Foto: Prokopim Belu)

Idenusantara.com-Sejarah baru ditorehkan di Padang Savana Fulan Fehan, Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, pada Sabtu 27 Juni 2026. Sebanyak 3.356 penari dari Kabupaten Belu, TTU, Timor Leste, hingga mahasiswa Universitas Pertahanan RI tampil serempak dalam pertunjukan kolosal Tarian Likurai.

Momen pembukaan Festival Fulan Fehan ke-4 ini dipukul resmi oleh Menteri Dalam Negeri RI, Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., melalui pemukulan Tihar. Turut hadir Wakil Mendagri RI, Wali Kota Darwin Australia, Menteri Muda Kebudayaan Timor Leste, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Belu, Wakil Bupati, serta ribuan penonton.

Baca Juga: Negara dengan Penampilan Terbanyak di Piala Dunia, Brasil Satu-Satunya Tim yang Tak Pernah Absen

"Ini Panggung dari Tuhan"

Mendagri Tito Karnavian mengaku takjub dengan kemegahan alam Fulan Fehan. Ia menyebut suasana festival kali ini berbeda dari panggung-panggung kolosal di kota besar.

"Saya sudah sering menyaksikan acara kolosal di berbagai wilayah, tapi itu semua buatan manusia. Hari ini, saya berdiri di panggung yang bukan dibuat manusia, melainkan diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Padang rumput yang indah, berbukit-bukit, dengan Gunung Lakaan yang menjulang tinggi di kejauhan. Ini adalah hadiah Tuhan untuk masyarakat Belu, NTT, dan Indonesia," ujar Mendagri dengan nada haru.

Menurutnya, perpaduan keindahan alam dan kekayaan budaya menjadikan Belu sebagai ikon kebanggaan nasional. Ia bahkan yakin tenun dan seni pertunjukan Belu memiliki kualitas yang membuat desainer dunia iri, karena diwariskan dan disempurnakan selama ratusan tahun.

Baca Juga: BRI Cabang Ruteng Serahkan Klaim Asuransi BRI Life kepada Ahli Waris Nasabah

Likurai untuk Persahabatan Lintas Batas

Pertunjukan kali ini mengusung tema "Dance for Friendship". Ribuan penari dari empat suku berbeda di sekitar Belu bergerak harmonis dalam satu irama. Simbol persatuan yang melampaui batas etnis.

Yang paling istimewa, kehadiran penari dari Timor Leste. Menurut Mendagri, ini adalah pesan diplomasi budaya yang kuat.

"Dari empat suku bergabung menjadi satu dalam tarian persahabatan. Dan saudara-saudari kita dari Timor Leste juga hadir memperkaya persahabatan ini. Kita bersahabat dengan Timor Leste, bahkan dengan Australia melalui kehadiran Wali Kota Darwin," tegasnya.

Ia menegaskan, meski berbeda bahasa dan budaya, semua tetap bersatu dalam bingkai NKRI, sambil menjaga hubungan baik dengan negara tetangga.

 

Halaman:

Tags

Terkini