Dari Festival Lokal ke Panggung Diplomasi Regional
Kehadiran Wali Kota Darwin dan Menteri Muda Kebudayaan Timor Leste menjadi bukti Festival Fulan Fehan telah naik kelas menjadi ajang diplomasi budaya tingkat regional.
Mendagri berharap event ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi pelajaran tentang toleransi, pelestarian lingkungan, dan kekuatan soft power budaya.
"Mudah-mudahan acara ini memberikan kenangan indah dan pelajaran bagi kita semua. Saya berdoa agar tahun depan festival ini lebih meriah lagi, dan saya bisa kembali ke Fulan Fehan yang magis ini," pungkasnya.
Baca Juga: Datang, Lihat, Bantu: Gubernur NTT Bedah Rumah Warga Tak Layak Huni di Kabupaten Kupang
Hadir Pejabat Negara dan Daerah
Pembukaan festival juga dihadiri Ketua Umum TP PKK Pusat Ny. Tri Tito Karnavian, Rektor ISI Surakarta, Wakil Rektor IPDN, Wakil Bupati Kupang, perwakilan TTU, Malaka, pimpinan instansi vertikal, BUMN/BUMD, serta masyarakat dari Belu, Malaka, TTU, dan Timor Leste.
Dengan suksesnya pembukaan Festival Fulan Fehan ke-4, Kabupaten Belu semakin mengukuhkan diri sebagai destinasi wisata budaya unggulan yang menyatukan keberagaman melalui alam dan kearifan lokal.
(Prokopimbelu)