"Saya Sampai Meneteskan Air Mata"
Antusiasme penonton luar biasa. Salah satu warga mengaku terharu sejak pembukaan.
“Saya sampai menitikkan air mata saat opening tadi. Pukulan tihar diiringi lagu _Oras Loron Malirin_ membuat saya menangis. Sungguh ini sangat bagus,” ujarnya haru.
Baca Juga: Negara dengan Penampilan Terbanyak di Piala Dunia, Brasil Satu-Satunya Tim yang Tak Pernah Absen
Para penari juga mengaku bangga terlibat langsung dan berharap festival ini terus digelar setiap tahun.
Hadirnya masyarakat Belu, TTU, Malaka, hingga Timor Leste menunjukkan Festival Fulan Fehan bukan sekadar seremoni pemerintah. Ini adalah wujud syukur, identitas, dan persatuan abadi di tanah perbatasan.(Prokopim Belu)