daerah

Dari Dapur ke Literasi: Buku Karya Maria G.S Ratna "Merawat Ladang Kehidupan" Tuai Apresiasi Tiga Tokoh Penting

Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:11 WIB
Buku Karya Maria G.S Ratna "Merawat Ladang Kehidupan" Tuai Apresiasi Tiga Tokoh Penting (Foto: Kolase Dok. Maria Ratna)


"Manusia menjadi rekan kerja Allah (co creator) dalam membangun dunia ini agar menjadi hunian yang aman dan nyaman. Kita dipanggil menjadi alter Kristus (Kristus yang lain) untuk mewartakan kabar baik, damai dan kasih Allah kepada sesama. Kita harus menjadi berkat bagi sesama." tulis Uskup Ruteng.

Uskup Siprianus mengulas tiap seri:
- Seri 1: "Adalah sebuah sharing perjuangan iman yang istimewa. Iman harus dijaga, dihidupi atau dirawat dan diamalkan agar menghasilkan buah kasih dan damai sejahtera yang berlimpah. Syaratnya, kita harus bersatu dengan Kristus sebagai Pokok Anggur yang hidup (Yoh. 15: 1-17)."


- Seri 2: "'Belajar menjadi Berkat' merupakan ekspresi kerendahan hati ibu Ratna sebagai seorang perempuan dan ibu rumah tangga yang berjuang menghayati imannya di tengah badai kehidupan dan gelombang zaman. Kita semua pun dipanggil untuk menjadi berkat bagi sesama dan alam lingkungan."


- Seri 3: "Ibu Maria Ratna mampu menyajikan inti sari rangkuman isi buku pertama dan kedua dalam bentuk sajak - puisi, sebuah gaya sharing yang lebih menawan."

Uskup Siprianus menutup: "Semoga buku ini menyadarkan kita untuk merawat ladang kehidupan kita masing-masing dengan beriman teguh kepada Tuhan, merajut persaudaraan dengan sesama dan melestarikan lingkungan hidup."

Baca Juga: Tebar Kebaikan: Aipda Hery Tena Datangi Pasangan Lansia di Wolokuru, Bawa Berkah dan Rasa Empati

3. SAMBUTAN AGAS ANDREAS, S.H.,M.HUM - BUPATI MANGGARAI TIMUR: "ALAM INI TITIPAN ANAK CUCU"

Di Borong, 24 Februari 2025, Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas menyebut Ibu Maria Ratna sebagai "aktivis multi talenta yang mendedikasikan dirinya dengan penuh semangat, di bidang sosial kemasyarakatan, politik, ekonomi, dan kehidupan menggereja."

Bupati Agas menyoroti 4 poin penting dari buku ini:
1. Revitalisasi Kearifan Lokal: "Orang Manggarai memandang alam, tanah dan hutan sebagai 'ibu' atau 'rahim kehidupan' yang harus dijaga, dirawat, dan dilindungi."
2. Kritik Kerusakan Lingkungan: "Demi bisnis jangka pendek hutan dirambah.Dampaknya luar biasa. Hutan dan bukit gundul, mata air mengering dan terjadi banjir bandang."
3. Pembangunan Berkelanjutan: Selaras dengan sustainable development. "Alam ini bukan milik kita, tetapi titipan anak cucu. Mari kita jaga kelestariannya," pesan Bupati Agas Andreas.
4. Pemberdayaan Masyarakat: "Pergeseran paradigma dari pertumbuhan ekonomi ke pemberdayaan masyarakat terasa indah karena menghargai harkat manusia sebagai subjek pembangunan."

Baca Juga: Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak di Reo, Densus 88 Ungkap Pola Rekrut Radikalisme Lewat Game Online

4. KATA SAMBUTAN IBU JULIE S. LAISKODAT - ANGGOTA DPR RI: "PEREMPUAN BUKAN BAN SEREP"

Di Jakarta, Maret 2025, Ibu Julie S. Laiskodat menulis sambutan khusus.

Beliau mengenal penulis sebagai "seorang ibu rumah tangga, petani dan aktivis sosial yang aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, advokasi, pemberdayaan masyarakat dan motivator. Dia juga aktif dalam kegiatan pastoral di Keuskupan Ruteng."

Pesan utama Ibu Julie:
1. "Kado Istimewa" untuk Perempuan:
"Apa yang dipersembahkan penulis dalam seri buku 'Merawat Ladang' ini merupakan sebuah kado istimewa bagi kaum perempuan dalam mengaktualisasikan diri di tengah keluarga dan masyarakat luas."
2. Kesetaraan Gender:
"Perempuan bukan lagi warga kelas dua.Perempuan juga bukan ban serep dalam dunia politik dan birokrasi. Perempuan sejajar dengan pria dalam mengaktualisasi diri di tengah masyarakat."
"Saat ini perempuan berperan besar, baik sebagai pribadi, istri dan ibu rumah tangga maupun sebagai warga negara yang berkewajiban mendidik generasi muda," tulisnya.
3. Kekuatan Refleksi Diri:
"Refleksi diri akan menyadarkan seseorang atas keterbatasan dirinya. Refleksi diri akan menguatkan iman seseorang, bahwa hidupnya tergantung pada kemurahan dan kasih Tuhan."
"Kiranya penerbitan buku ini menjadi literasi bagi kaum perempuan untuk membagikan pengalamannya sehingga menginspirasi dan memotivasi orang lain."
4. Kepedulian Sosial: Ibu Julie mengapresiasi kepedulian penulis pada korban KDRT dan lingkungan hidup. "Saya juga mengapresiasi kecintaan Ibu Maria Ratna terhadap lingkungan hidup sebagai rahim kehidupan manusia," tulisnya.

 

Halaman:

Tags

Terkini