daerah

Hadiri Kongres, Gubernur NTT Ajak PMKRI Bangun Kepemimpinan Bersama dan Kuatkan Ekonomi Rakyat

Selasa, 21 Juli 2026 | 08:00 WIB
Hadiri Kongres, Gubernur NTT Ajak PMKRI Bangun Kepemimpinan Bersama dan Kuatkan Ekonomi Rakyat (Foto: Dokpri MLL)



Idenusantara.com-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak seluruh kader Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) untuk menghadirkan kepemimpinan yang saling bekerja sama, tanggap terhadap kebutuhan daerah, dan berfokus pada mengangkat taraf hidup masyarakat luas.

Pesan ini disampaikan langsung Gubernur Melki saat memberikan sambutan dalam Kongres XXXIV sekaligus Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII PMKRI Santo Thomas Aquinas, yang berlangsung di Aula Assumpta Katedral Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada Senin (20/7/2026).

Baca Juga: Mentan Amran Peringatkan Produsen Benih : Jangan Main-Main, Pelanggar akan Blacklist dan Diproses Hukum

Di hadapan peserta yang datang dari berbagai cabang PMKRI se-Indonesia, Gubernur Melki menegaskan organisasi mahasiswa tidak boleh hanya berhenti pada wacana, melainkan harus menjawab tantangan zaman lewat tindakan nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"PMKRI harus tetap relevan dengan kondisi daerah masing-masing. Cara berpikir boleh berskala nasional bahkan global, tetapi gerakan dan aksi nyata harus menjawab persoalan riil masyarakat di tingkat lokal," ujar Gubernur Melki.

Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan semangat pembangunan daerah yang dijalankan saat ini, yaitu gerakan Ayo Bangun NTT. Gerakan ini mengedepankan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, hingga pemerintah pusat. Semangat ini diwujudkan lewat 10 Program Dasa Cita Melki-Johni yang disusun dengan melibatkan aspirasi masyarakat sejak awal.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Antara Euforia, Realitas, dan Cermin Diri Manusia

Gubernur Melki menambahkan, kerja sama menjadi pondasi utama pembangunan, terlebih di tengah keterbatasan anggaran daerah. Karena itu, setiap langkah pembangunan harus didasari data yang akurat, memberikan dampak nyata, dan sejalan dengan arah kebijakan nasional.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya memperkuat ekonomi kerakyatan sebagaimana tertuang dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Pembangunan ekonomi harus membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk berkembang melalui koperasi, usaha bersama, dan pemberdayaan kelompok masyarakat.

"Kita membutuhkan demokrasi ekonomi yang berjalan seiring dengan demokrasi politik. Keberpihakan kepada rakyat kecil harus diwujudkan lewat kerja nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan mereka," tegas mantan Sekretaris Jenderal PP PMKRI ini.

Oleh karena itu, Gubernur Melki mendorong kader PMKRI agar tidak hanya aktif dalam diskusi kebijakan dan advokasi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lewat inovasi yang memanfaatkan kekayaan alam dan potensi daerah masing-masing. Setiap cabang, katanya, bisa mengembangkan produk unggulan lokal sebagai bentuk sumbangsih nyata bagi kemajuan daerah.

Baca Juga: Kejaksaan Tinggi NTT Diminta Periksa Kontrakor dan PPK Proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap RSU Borong di Manggarai Timur

Ia juga mengajak generasi muda untuk mendalami kemampuan di sektor-sektor penopang ekonomi NTT, seperti pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, hingga kewirausahaan.

"Pembangunan membutuhkan lebih banyak anak muda yang ahli di bidang-bidang produktif. Organisasi mahasiswa harus menjadi tempat lahirnya para penemu ide baru, pelaku usaha, sekaligus pemimpin masa depan yang memahami apa yang dibutuhkan masyarakat," ungkapnya.

Di akhir pesannya, Gubernur Melki mengajak seluruh kader PMKRI untuk senantiasa menjaga tali persaudaraan, mempererat kerja sama dengan semua unsur bangsa, dan menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai landasan utama dalam setiap pengabdian kepada masyarakat.

Tags

Terkini