IDENUSANTARA.COM - Pemulihan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya membutuhkan perbaikan rumah dan fasilitas umum. Kondisi psikologis warga yang mengalami bencana juga menjadi perhatian. Karena itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut menyalurkan bantuan untuk membantu masyarakat di Kabupaten Nagekeo.
Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa kebutuhan pokok. Kementerian ESDM juga membawa paket trauma healing yang ditujukan untuk membantu warga, terutama anak-anak, menghadapi dampak psikologis setelah bencana.
Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah dalam proses pemulihan masyarakat pascagempa yang melanda sejumlah wilayah di NTT.
Baca Juga: Warga Soroti Proyek Jalan Rp199 Juta di Borong, Material Lapis Pondasi Diduga Tak Sesuai Kontrak
Melansir dari Antaranews.com, Selasa, 06 Oktober 2026 Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Kementerian ESDM Rudy Sufahriadi menyampaikan bahwa Tim yang hadir membawa berbagai bentuk dukungan untuk masyarakat. Ada tenaga kesehatan, ada psikolog yang memberikan pendampingan trauma healing bagi anak-anak TK dan SD, serta ada pula bantuan kebutuhan bagi warga terdampak.
Ia juga menambah bahwa Tiga kegiatan ini kita lakukan bersama di sini, guna menyemangati, mendukung bapak dan ibu sekalian agar tetap semangat.
Rudy menjelaskan, Kementerian ESDM membawa 411 paket trauma healing untuk anak-anak di Nagekeo. Sebanyak 366 paket diperuntukkan bagi siswa sekolah dasar (SD), sementara 45 paket lainnya diberikan kepada siswa taman kanak-kanak (TK). Bantuan tersebut diserahkan di SDK Yohanes Paulus II, Nagekeo.
Tak berhenti di sana, dukungan untuk masyarakat juga diwujudkan melalui penyerahan sejumlah kebutuhan pendukung. Bantuan berupa toren air, genset, dan terpal disalurkan di Hotel Sasandy. Selain itu, sebanyak 3.000 paket sembako diberikan kepada masyarakat melalui Kantor Bupati Nagekeo.
Baca Juga: Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Satu Lansia Meninggal dan Puluhan Bangunan Rusak
Rudy berharap seluruh bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi masyarakat yang masih berada dalam proses pemulihan pascagempa.
“Yang terpenting, tetap kuat dan jangan kehilangan semangat untuk bangkit. Saya berharap kita semua bisa melewati masa sulit ini bersama-sama,” tuturnya.
Selain menyerahkan bantuan, Tim ESDM Siaga Bencana juga turun langsung menemui masyarakat untuk mengetahui kebutuhan lain yang masih harus mendapat perhatian. Rudy menyebut ketersediaan energi listrik hingga pasokan bahan bakar minyak (BBM) turut menjadi hal yang dipantau.
“Kami akan terus berada bersama masyarakat Nagekeo. Kami tidak akan meninggalkan warga, dan kebutuhan yang masih menjadi prioritas akan terus kami pantau serta bantu sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus menyampaikan apresiasi atas kepedulian Kementerian ESDM terhadap warga yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Flores pada pertengahan Agustus lalu.