Labuan Bajo Kian Dilirik sebagai Destinasi Pernikahan, Vendor Lokal Tunjukkan Kesiapan

photo author
Gordianus Jamat, Ide Nusantara
- Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:26 WIB
Labuan Bajo Kian Dilirik sebagai Destinasi Pernikahan, Vendor Lokal Tunjukkan Kesiapan
Labuan Bajo Kian Dilirik sebagai Destinasi Pernikahan, Vendor Lokal Tunjukkan Kesiapan

IDENUSANTARA.COM - Labuan Bajo tidak hanya dikenal sebagai gerbang menuju Taman Nasional Komodo, tetapi juga semakin berkembang sebagai salah satu destinasi pernikahan favorit di Indonesia. Meningkatnya jumlah pasangan yang memilih menggelar pernikahan di kawasan ini turut mendorong pertumbuhan industri pendukung, termasuk para vendor lokal yang kini semakin profesional dan berpengalaman.

Owner HSL Wedding Organizer, Herdy, menilai kesiapan vendor lokal saat ini terus berkembang. Menurutnya, banyak vendor daerah yang telah memiliki kemampuan untuk menangani berbagai konsep pernikahan, baik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kesiapan vendor lokal saat ini terus berkembang dan semakin profesional. Banyak vendor yang sudah memiliki kemampuan dan pengalaman untuk menangani berbagai konsep destination wedding dengan standar yang baik. Ada yang murni ditangani vendor lokal, ada juga yang berkolaborasi dengan vendor dari luar daerah sehingga kami bisa saling belajar dan menyerap pengalaman positif,” ujarnya.

Baca Juga: Terbongkar! Jalur Gelap Rokok Ilegal King Garet dari Kupang ke Flores oleh Andi, Oknum Polisi Ikut Disebut

Sementara itu, influencer sekaligus pelaku industri event yang kerap menjadi MC berbagai acara di Labuan Bajo, Suci Maria, menilai kualitas vendor lokal sebenarnya sudah sangat kompetitif.

“Secara kemampuan, vendor lokal sudah baik. Tinggal dipoles sedikit dan terus meningkatkan profesionalisme agar semakin dipercaya oleh calon klien,” katanya.

Di singgung soal adanya kecenderungan beberapa klien yang “memboyong” vendor dari luar, baik Herdy maupun Suci tak menampiknya. Keduanya mengaku hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku industri lokal.

“Bukan karena kualitas vendor lokal kurang baik, tetapi faktor kepercayaan masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Karena itu vendor lokal harus aktif memperbarui portofolio dan membangun kehadiran di media sosial,” kata Suci.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Pongkor! Sepenggal Sejarah yang Terlupakan

Rabu, 22 Januari 2025 | 07:47 WIB

Tradisi Berburu Ikan Paus Suku Tufaona di NTT

Selasa, 21 Januari 2025 | 07:05 WIB

Legenda Putri Mandalika Dari Lombok

Selasa, 21 Januari 2025 | 06:24 WIB
X