EDITORIAL REDAKSI - Aneh tapi Nyata. Satu Kata, Ini Indonesia dan Ini Birokrasi Indonesia, Pak.
Kenyataan dari pernyataan tersebut terafiliasi dengan wajah Indonesiana yang masih pentingkan rapat dan perjalanan dinas, dibandingkan program yang menyentuh masyarakat sebagai sasaran dan penerima manfaat dari progam.
Baca Juga: Kampus di Kupang Ini Bebaskan Uang Pembangunan dan Potong 50% UKT bagi Maba 2023
Pertanyaannya, apakah program yang seharusnya dirasakan oleh masyarakat, ataukah program hanya mengatasnamakan rakyat? Ini bukan aneh, namun ini nyata.
Inilah wajah Indonesia, Dana Stunting disalahgunakan, lebih aneh lagi Bansos diakalin, lebih mustahil lagi dana Tanggap Darurat dirasionalisasikan, belum lagi terkait BTS 10 triliun dan masih banyak kecurangan terhadap keuangan negara pada berbagai kegiatan. Itulah Indonesia yang katanya emas di tahun 2045. Kita masih berotak Atik narasi terkait kemanusiaan yang selalu curang dibingkai negara yang besar.
Tulisan ini merupakan Editorial khusus. Redaksi IDENUSANTARA.COm Merasa tergugah untuk menulis tentang ini, karena terenyuh mendengar pernyataan Kepala Negara Kita, Presiden Kita Ir. Joko Widodo yang secara terang-terangan sangat muak dengan birokrasi Indonesia.
Memang begitulah sistem keindonesiaan kita. Tidak heran jika Presiden secara terang-terangan mengungkapkan bahwa "Dana Stunting digunakan lebih banyak untuk perjalan dinas dan rapat, sedangka untuk program Stunting jauh dari yang diharapka dari tujuan program (sangat sedikit)"
Baca Juga: STIKOM UYELINDO Beri Beasiswa Bagi Calon Mahasiswa Berprestasi
Pengandaian Presiden secara sederhana, Dana Stunting 10 Miliar, 3 Miliar digunakan untuk Perjalanan Dinas, 3 Miliar untuk Rapat, 2 Miliar untuk penguatan kapasitas dan Hanya 2 Miliar untuk beli Telur, nah kalau begini Kapan Stuntingnya bisa diatasi?
Inilah Indonesia Kita, Banyak duit, banyak progam, banyak kebijakan, banyak pasal hukum yang semuanya bagus, dan banyak juga kepalsuan tentang itu semua. Lagi-lagi semua itu dibuat untuk menggadaikan dan mengatasnamakan kepentingan masyarakat.
Tulisan ini tentu menjadi polemik, karena pelaku kejahatan berbangsa akan bertanya, apa buktinya jika mengatakan demikian? buktinya sederhana, Rakyat Menderita di atas Indonesianya, dan birokrat, legislator dan oligarki menjadi pemilik tunggal bangsa ini yang selalu dan selalu menggadaikan saudaranya sendiri dalam balutan Bhineka Tunggal Ika, Pancasila dan UUD 1945.
Sebenarnya siapa aktornya? Presiden harus bisa membuka ke publik ada apa dengan sistem birokrasi di Indonesia? Ini serius Pak. Dana Stunting dihabiskan jauh lebih banyak untuk perjalanan dinas, rapat dan penguatan kapasitas. Inikan aneh, ataukah selama ini seperti itu birokrasi dan pola kebijakan program dan cara kerja birokrasi dan sistem pemerintahan Indonesia kita?
Lalu bagaimana dengan dana-dana yang lain, samakan? atau bagaimana Bapak Presiden? Inilah Indonesia kita, harus dilawan terhadap maksiat yang selalu mengatasnamakan rakyat. Ataukan Presiden juga terjebak dalam narasi hebat para pemegang Saham Indonesia ini (Birokrasi/Pemerintah)? Tapi Yakinlah, Presiden bisa lakukan itu, dan siap dibenci.
Stunting merupakan program Nasional, ada di beberapa kota di Indonesia membebani sesama Stunting untuk membawa makanannya sendiri, ini juga bukan aneh, ini nyata. Hhh.