Airlangga Hartarto Siapkan Berbagai Stimulus Kebijakan Untuk Kerek Pertumbuhan Ekonomi

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Jumat, 7 Maret 2025 | 17:50 WIB
Airlangga Hartarto, Menteri Perekonomian (Foto: Docpri. Fb@airlanggahartarto)
Airlangga Hartarto, Menteri Perekonomian (Foto: Docpri. Fb@airlanggahartarto)

Ketiga, Pemerintah meluncurkan program diskon belanja seperti Program Friday Mubarak yang berlangsung pada 28 Februari – 28 Maret 2025 di berbagai ritel yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Program tersebut mencakup bazar UMKM untuk komoditas minyak goreng, gula pasir, dan sembako lainnya serta berbagai promo harian dan spesial setiap Jumat, dengan target transaksi mencapai Rp75 triliun hingga 77 triliun.

Selain itu, terdapat juga program BINA Lebaran yang dijadwalkan pada 14 – 30 Maret 2025 dan akan digelar serentak di pusat perbelanjaan, mal, serta gerai anggota Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dan Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI). Program ini menargetkan transaksi hingga Rp30 triliun.

Baca Juga: Catatan Politik Senayan: Memahami dan Mendukung Kebijakan Presiden Memulihkan Perekonomian

Keempat, penerapan Program Pariwisata Mudik Lebaran. Dalam program ini, Pemerintah akan mengintegrasikan program pariwisata dengan momen mudik Lebaran melalui promosi destinasi wisata lokal, penyediaan paket wisata terjangkau, dan peningkatan fasilitas pariwisata di jalur-jalur mudik utama.

Kelima, Pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga pangan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran 2025 dengan menggelar operasi pasar secara masif.

Langkah tersebut melibatkan Perum Bulog, Perkebunan Nusantara, dan ID FOOD dalam penyediaan minyak goreng, gula konsumsi, daging kerbau beku, serta beras dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Operasi pasar ini dilaksanakan di seluruh Indonesia melalui kantor PT Pos Indonesia mulai 24 Februari hingga 29 Maret 2025.

Melalui langkah tersebut, Menko Airlangga berharap dapat menjaga ketersediaan pangan, menekan inflasi, dan melindungi daya beli masyarakat selama periode puncak konsumsi.

Baca Juga: Fasilitasi Pemeriksaan dan Operasi Katarak Gratis di RSUD Borong, Polres Manggarai Timur Tuai Banjir Pujian

Tak hanya mengguyur berbagai stimulus selama periode HKBN, Pemerintah turut paket stimulus ekonomi saat ini yang berlaku juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi 5,2 persen.

Beberapa di antaranya: Pertama, diskon tarif listrik yang telah berjalan pada Januari dan Februari 2025, diberikan untuk menekan biaya hidup masyarakat serta mendukung konsumsi listrik rumah tangga dan industri kecil. Stimulus tersebut diharapkan turut membantu masyarakat mengelola pengeluaran selama periode Ramadhan.

Kedua, PPN DTP Pembelian Properti dan Otomotif (EV) sebagai insentif berupa untuk pembelian properti dan kendaraan listrik (EV).

Ketiga, PPnBM DTP Otomotif (EV dan Hybrid) untuk pemberian insentif kendaraan listrik dan hibrida (hybrid) yang diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan serta memperkuat industri otomotif nasional.

Keempat, PPh DTP Sektor Padat Karya yang diberikan bagi sektor padat karya untuk mempertahankan daya saing industri dalam negeri. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong penciptaan lapangan kerja baru, meningkatkan ekspor, serta menjaga stabilitas sektor industri di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X