OPM Akui Bertanggung Jawab atas Serangan di Yahukimo, Minta Warga NTT dan Maluku Mundur dari Papua

photo author
Carles Marsoni, Ide Nusantara
- Senin, 24 Maret 2025 | 18:33 WIB
Juru Bicara OPM, Sebby Sambom (Foto: Net)
Juru Bicara OPM, Sebby Sambom (Foto: Net)

Papua Barat, idenusantara.com - Serangan brutal di Distrik Anggruk, Yahukimo, Papua Pegunungan, yang menewaskan satu warga NTT dan melukai enam guru serta tenaga kesehatan (nakes), kini diklaim oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).  

Dalam rekaman video yang beredar, Juru Bicara OPM, Sebby Sambom, secara terang-terangan mengeluarkan pernyataan kepada warga NTT dan Maluku yang bekerja sebagai guru dan nakes di Papua.

Dalam pernyataan resminya, ia meminta mereka untuk mundur dari pedalaman Papua, dengan dalih bahwa mereka dianggap membantu Indonesia (TNI) dan oleh karena itu dianggap sebagai musuh.  

Pernyataan ini tentu memicu kecaman luas, mengingat para guru dan nakes yang bekerja di daerah pedalaman sejatinya hadir untuk membantu pendidikan dan kesehatan masyarakat setempat.

Hingga kini, aparat keamanan terus berupaya mengendalikan situasi dan mengevakuasi para korban ke tempat yang lebih aman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X