Papua Barat, idenusantara.com - Serangan brutal di Distrik Anggruk, Yahukimo, Papua Pegunungan, yang menewaskan satu warga NTT dan melukai enam guru serta tenaga kesehatan (nakes), kini diklaim oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).
Dalam rekaman video yang beredar, Juru Bicara OPM, Sebby Sambom, secara terang-terangan mengeluarkan pernyataan kepada warga NTT dan Maluku yang bekerja sebagai guru dan nakes di Papua.
Dalam pernyataan resminya, ia meminta mereka untuk mundur dari pedalaman Papua, dengan dalih bahwa mereka dianggap membantu Indonesia (TNI) dan oleh karena itu dianggap sebagai musuh.
Pernyataan ini tentu memicu kecaman luas, mengingat para guru dan nakes yang bekerja di daerah pedalaman sejatinya hadir untuk membantu pendidikan dan kesehatan masyarakat setempat.
Hingga kini, aparat keamanan terus berupaya mengendalikan situasi dan mengevakuasi para korban ke tempat yang lebih aman.
Artikel Terkait
Pernyataan Hasan Nasbi soal Teror Kepala Babi ke Tempo, Dosen Hukum UGM: Pejabat Tidak Tahu Diri
Waktu yang Tepat Minum Air Kelapa
Teror Terhadap Tempo Terus Berlanjut Kali ini Tikus yang Dipenggal
Rugikan Negara Capai Rp 746 Juta, Dugaan Penyalagunaan Dana BOS di MIS Ruteng Kini Ditangani Polres Manggarai
Influencer Puja Astawa Ajak Masyarakat Bali Jaga Keamanan Jelang Hari Raya dan isu negatif yang berkembang di media sosial
Artis Luna Maya Melalui Yayasan Luna Maya Nawasena Membantu Merenovasi Sekolah di Kabupaten Kupang, NTT.
PADMA Indonesia: Kekerasan Oleh OPM Terhadap Guru Asal Flores di Papua Merupakan Pelanggaran HAM Berat
Curi Kabel Tembaga, Warga Kecamatan Wae Rii Ditangkap Polisi di Labuan Bajo
Pasien Dengan Diagnosa Anemia Berikut Gejala, Penyebab, dan Pengobatan
Manfaat Air Kelapa Tua untuk Kesehatan