Gelombang Kritikan Publik Memuncak, Nasdem Copot Sahroni dan Nafa Urbach dari Fraksi DPR

photo author
Gordianus Jamat, Ide Nusantara
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 13:43 WIB
Dua anggota Fraksi Nasdem di DPR RI, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, resmi dicopot dari keanggotaan fraksi usai pernyataan keduanya dinilai menyinggung perasaan rakyat. (Kolase foto : Idenusantara.com/Gordi Jamat)
Dua anggota Fraksi Nasdem di DPR RI, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, resmi dicopot dari keanggotaan fraksi usai pernyataan keduanya dinilai menyinggung perasaan rakyat. (Kolase foto : Idenusantara.com/Gordi Jamat)

Ucapan Sahroni: 'Orang Tolol Sedunia

Kontroversi bermula dari pernyataan Ahmad Sahroni pada 22 Agustus 2025 dalam sebuah kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara. Saat itu, ia merespons tuntutan masyarakat yang mendesak agar DPR dibubarkan, sebuah isu yang menguat seiring krisis kepercayaan terhadap parlemen.

"Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia," kata Sahroni.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan Desa, Mahasiswa UNIKA Ruteng dan Kelompok Tani Sulap Lahan Tidur Jadi Tanah Subur

Ucapan tersebut memicu gelombang kritik besar. Banyak kalangan menilai Sahroni tidak hanya merendahkan suara rakyat, tetapi juga merusak martabat lembaga DPR yang mestinya ia jaga.

Kritik datang dari warganet, pengamat politik, hingga kelompok masyarakat sipil yang menilai ucapan itu memperlihatkan arogansi kekuasaan.

Sahroni sebelumnya dikenal sebagai politisi flamboyan dengan latar belakang sukses sebagai pengusaha. Namun, gaya bicaranya yang blak-blakan kali ini dianggap kelewatan batas. Bahkan sebelum dinonaktifkan oleh Nasdem, ia lebih dulu dicopot dari jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR.

Baca Juga: Kukuhkan Bunda PAUD Provinsi NTT, Gubernur Melki; Bunda PAUD Motor Penggerak Pendidikan

Hal itu menjadi sinyal bahwa partai dan DPR sama-sama merasakan tekanan kuat dari publik untuk merespons serius masalah ini.

Nafa Urbach dan Kontroversi Tunjangan Rumah DPR

Jika Sahroni menuai kritik karena ucapannya yang kasar, Nafa Urbach menjadi sorotan karena dianggap tidak peka. Dalam siaran langsung melalui akun TikTok, ia membela kebijakan tunjangan rumah DPR sebesar Rp 50 juta per bulan.

"Itu bukan kenaikan, itu tuh kompensasi untuk rumah jabatan. Rumah jabatan yang sekarang ini sudah tidak ada, jadi rumah jabatan itu sudah dikembalikan ke pemerintah," ujar Nafa.

Baca Juga: Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang Kunjungi Teras Baca ANMOK, Dorong Budaya Literasi di Desa

Nafa menambahkan bahwa anggota DPR berasal dari berbagai daerah sehingga mereka membutuhkan tempat tinggal dekat kantor agar bisa bekerja efektif. Ia bahkan menyebut pengalaman pribadinya tinggal di Bintaro yang membuatnya kesulitan karena kemacetan menuju Senayan.

Pernyataan ini dianggap publik sebagai bentuk kemewahan yang tak tahu diri. Di tengah situasi ekonomi rakyat yang serba sulit, alasan kesulitan mencari rumah layak dengan tunjangan Rp 50 juta terdengar ironis. Tak heran, unggahannya dibanjiri kritik hingga ia menutup kolom komentar media sosialnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X