nasional

Dokter Kandungan di Garut yang Cabuli Pasien Akhirnya Ditangkap Polisi

Rabu, 16 April 2025 | 13:11 WIB
Ilustrasi Dokter Saat Memeriksa Pasien (Foto: Ist.net)

Idenusantara.com-Viral di media sosial terkait aksi bejat seorang dokter dan akhirnya Kepolisian Resort Garut, Jawa Barat, berhasil menangkap dokter kandungan berinisial MSF. MSF diduga sebagai pelaku yang melakukan pelecehan seksual terhadap pasiennya.

Aksi bejat yang termasuk perbuatan "cabul" ini mendapat perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial.

"Terduga pelaku kami amankan tadi sore," ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Garut, Ajun Komisaris Joko Prihatin, dalam keterangannya, pada Selasa, (15/4/2025).

Baca Juga: Dokter Kandungan di Garut Diduga Lecehkan Pasien Saat Pemeriksaan


Menurut Ajun Komisaris Joko, saat ini MSF tengah menjalani pemeriksaan intensif di ruangan khusus. Polisi belum menetapkannya sebagai tersangka karena masih mendalami kasus tersebut. Tim penyidik berupaya mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi.

"Korbannya baru ada dua orang. Satu orang datang ke polres setelah kasus ini viral" ujarnya.


Dari hasil pemeriksaan sementara video cabul terhadap ibu hamil yang beredar luas itu berlangsung di klinik Karsa Harsa di kawasan Garut Kota, pada 20 Juni 2024. Namun untuk korban pelecehan sendiri masih belum diketahui. Karena itu Polres Garut bersama Polda Jawa Barat membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus dugaan pelecehan ini.

Baca Juga: Masih Adakah Polisi Yang Dermawan di Negeri Ini?

Joko mengaku dalam waktu dekat ini polisi akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Alasannya karena berdasarkan pasal 308 undang-undang kesehatan, tenaga medis yang diduga melakukan tindak pidana dalam menjalankan tugasnya harus mendapatkan rekomendasi dari majelis disiplin profesi.

"Tim Kemenkes akan datang ke Garut dalam waktu dekat ini. Kami juga membuka posko pengaduan bagi korban lain," ujar Joko.

Wakil Direktur Klinik Karsa Harsa, Dewi Sri Fitriani, membenarkan bila dokter MSF bekerja di kliniknya. Ia telah menjalankan praktek di Garut sejak 2023 lalu. Namun sejak awal 2025, ia sudah jarang melayani pasien.

"Dokternya sudah mengundurkan diri," ujarnya.

Baca Juga: Kepsek MIS Amanah Ruteng Klarifikasi Isu Penyalahgunaan Dana BOS dan Komite


Sri mengaku, sebelumnya pihak manajemen sempat mendapatkan keluhan dari pasien akan perbuatan pelaku. Karena itu, pihak klinik berkoordinasi dengan jajaran kepolisian untuk mengungkapnya.

Halaman:

Tags

Terkini