Kepsek MIS Amanah Ruteng Klarifikasi Isu Penyalahgunaan Dana BOS dan Komite

photo author
Carles Marsoni, Ide Nusantara
- Selasa, 15 April 2025 | 14:33 WIB
Kepala sekolah MIS Amanah Ruteng, Syuaib Tahir, S.Pd (Dok istimewa )
Kepala sekolah MIS Amanah Ruteng, Syuaib Tahir, S.Pd (Dok istimewa )

Manggarai, idenusantara.com -- Kepala Sekolah Madrasah ibtidaiyah (MI) Amanah Ruteng, Syuaib Tahir, S.Pd, akhirnya angkat bicara terkait rumor yang beredar mengenai dugaan penyalahgunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan dana Komite. Dalam keterangannya kepada awak media, ia menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar dan penggunaan dana telah sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.

“Saya pastikan bahwa seluruh pengelolaan dana BOS dan Komite di Sekolah MI Amanah Ruteng, Manggarai, telah dijalankan sesuai aturan dan transparan. Tidak ada penyalahgunaan seperti yang diberitakan,” ujar Syuaib kepada media ini pada selasa, 15 April 2025 saat ditemui media ini di ruang kerjanya 

Ia menjelaskan bahwa dana BOS digunakan untuk operasional sekolah, termasuk pengadaan sarana dan prasarana pendidikan tanpa ada potongan. Sementara pengelolaan dana komite disampaikan Kepsek diperuntukkan untuk menopang kebutuhan di dalam madrasah yang tidak terakomodir oleh dana BOS seperti pembangunan dan gaji Guru. 

Gedung sekolah MIS Amanah Ruteng
Gedung sekolah MIS Amanah Ruteng (Dok istimewa)

Terkait bantuan bangun gedung baru dari pemerintah untuk sekolah MIS Amanah Ruteng, kepsek Syuaib mengatakan belum dapat mencukupi kebutuhan sarana prasarana berupa ruang kelas yang dibutuhkan.

Hal ini disampaikannya berdasarkan rasio siswa yang faktanya masih ada siswa/i yang melaksanakan KBM terbagi dalam dua shift, yakni pagi dan siang. 

Kebutuhan ruang kelas di MIS Amanah Ruteng idealnya adalah 16 ruangan kelas sedangkan yang tersedia saat ini 11 ruangan kelas dengan 13 rombongan belajar. Selain kebutuhan ruangan kelas juga ada kebutuhan lain yakni ruangan ibadah, sebagaimana sekolah yang berciri khas keagamaan maka sudah semestinya di MIS Amanah memiliki ruangan ibadah (Mushola) untuk aktivitas ibadah, serta kebutuhan ruang lainnya seperti Lab. 

Terpisah saat diwawancarai media ini pada hari yang sama yaitu pada selasa, 15 maret 2025 Damianus Oscar (49) yang merupakan pegawai bidang keamanan pada sekolah MIS Amanah Ruteng membantah terkait berita yang beredar yang diamana Kepsek dan bendahara diduga tilep dana BOS serta tidak bayar gaji guru. 

Damianus menegaskan kalau dirinya sudah 12 tahun bekerja pada sekolah MIS Amanah Ruteng dan baru sekarang ada isu seperti ini. 

Ruangan kelas MIS Amanah Ruteng
Ruangan kelas MIS Amanah Ruteng (Dok istimewa)

"Saya sudah 12 tahun kerja di sini, baru kali ini ada isu seperti ini. Kami itu digaji dari BOS dan pemasukan lainnya. Kalau bilang tidak dibayar gaji guru dan makan uang saya katakan tidak benar. Kalau terlambat, iya, " Ucap Damianus dengan nada tegas 

Sementara itu Muhamad Rifaid, S.Pd (41) dan Siti Jauhairyah, S.Pd (28) yang merupakan tenaga pendidik juga menyampaikan hal yang sama. Muhamad membantah terkait tudingan itu. 

"Itu informasi tidak benar, " Katanya 

Berbeda dengan Jauhaeria (28) dirinya menjelaskan jika uang itu dimakan, kenapa kami masih Terima gaji dan bangun gedung baru. Jadi informasi yang beredar itu tidak benar. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X