Dalam perspektif kebijakan publik yang berpihak pada warga, terutama kelompok rentan, kebijakan semacam ini harus dicabut secara resmi, dievaluasi ulang secara mendalam, dan digantikan dengan pendekatan yang lebih manusiawi serta proporsional, seperti:
- Edukasi dan penyuluhan pajak berbasis komunitas;
- Skema insentif fiskal, bukan pemaksaan administratif;
- Integrasi layanan publik yang tidak diskriminatif.
Pendidikan adalah hak universal. Ia tidak boleh dikunci dengan kewajiban yang bukan tanggung jawab anak. Negara wajib menjamin akses pendidikan seluas-luasnya, bukan menyulitkannya dengan logika yang keliru.
Ketika kebijakan publik menyimpang dari nilai keadilan dan prinsip konstitusi, maka masyarakat sipil wajib bersuara. Demi masa depan yang adil, rasional, dan manusiawi.
Artikel Terkait
Wisatawan Asal Tiongkok Tewas Tenggelam di Kawasan Taman Nasional Komodo
Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik, PLN Bersama Jurnalis Manggarai Site Visit ke PLTP Ulumbu
Tuntutan Hak Normatif Dipenuhi, Konflik YPTTK dan Lucius Proja Moa Berakhir Damai
Siap Bertarung dalam Pemilihan Ketua BEM UNIKA, Paket KITA Usung Visi Membumi, Berdaya, dan Berdampak Nyata
Hangat di Praha: Presiden Prabowo dan PM Ceko Bahas Penguatan Hubungan Bilateral di Tengah Transit Diplomatik
Prabowo Disambut Hangat di Rusia, Siap Bahas Kemitraan Strategis dengan Presiden Putin
Hangatnya Prabowo di Negeri Beruang Merah: Presiden Indonesia Disambut Diaspora dengan Cinta dan Harapan