Isolasi Sosial dan Kesetaraan Gender, Menggugat Partisipasi Kaum Perempuan dalam Budaya Manggarai

photo author
Dionisius Upartus Agat, Ide Nusantara
- Jumat, 26 September 2025 | 18:57 WIB
Anatolia Rosita Hajum (Mahasiswa Semester VII Stipas St. Sirilus Ruteng)
Anatolia Rosita Hajum (Mahasiswa Semester VII Stipas St. Sirilus Ruteng)

Sudah saatnya adat Manggarai ditafsirkan ulang agar sejalan dengan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan.

Membuka ruang setara bagi perempuan bukan berarti melawan adat, tetapi justru menghidupi roh sejati adat Manggarai: kebersamaan, musyawarah, dan keadilan.

Perempuan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan adat. Jika perempuan diberi ruang bicara, adat Manggarai tidak akan kehilangan jati dirinya. Sebaliknya, ia akan semakin hidup, relevan, dan kuat sebagai warisan yang dibanggakan oleh generasi mendatang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dionisius Upartus Agat

Tags

Rekomendasi

Terkini

Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:17 WIB

Mampukah Wartawan Adil Sejak Dalam Pikiran?

Senin, 9 Februari 2026 | 21:53 WIB

Fenomena Istri Simpanan di Kalangan Pejabat Tinggi

Senin, 9 Februari 2026 | 07:29 WIB

Negara Gagal, Seorang Anak Memilih Bundir

Jumat, 6 Februari 2026 | 23:25 WIB

KERTAS TII MAMA RETI

Kamis, 5 Februari 2026 | 22:56 WIB
X