Surat ini seharusnya tidak viral.
Surat ini seharusnya membuat kita diam.
Diam lebih lama.
Lalu bertanya pelan-pelan:
Berapa banyak anak lain yang sedang menulis surat serupa tapi belum sempat meninggalkannya ?
Dan kalau kita masih sanggup menertawakan kalimat “Mama Galo Zee”,
barangkali kita belum layak bicara soal kemanusiaan.
Karena anak itu sudah selesai berbicara.
Sekarang giliran kita.
MOLO !
Jakarta, 5 Februari 2026
Dominikus Darus
Pengecara, Pemerhati Budaya.
Tinggal di Jakarta