Sudah saatnya adat Manggarai ditafsirkan ulang agar sejalan dengan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan.
Membuka ruang setara bagi perempuan bukan berarti melawan adat, tetapi justru menghidupi roh sejati adat Manggarai: kebersamaan, musyawarah, dan keadilan.
Perempuan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan adat. Jika perempuan diberi ruang bicara, adat Manggarai tidak akan kehilangan jati dirinya. Sebaliknya, ia akan semakin hidup, relevan, dan kuat sebagai warisan yang dibanggakan oleh generasi mendatang.