opini

Literasi Sastra Membangun Kekeluargaan

Senin, 24 April 2023 | 20:35 WIB
Sumber Foto : Galeri Elisabeth Olivia Sundu, Mahasiswi Prodi PGSD UNIKA St. Paulus Ruteng ( istimewa )

 

Opini : Literasi Sastra Membangun Kekeluargaan

Oleh : Elisabeth Olivia Sundu (Mahasiswi Prodi PGSD UNIKA St. Paulus Ruteng, Kelas 2022A)

Tidak dapat dipungkiri bahwa Sastra dapat membangun hubungan kekeluargaan dalam kehidupan sehari-hari. Sastra di bangun untuk mengajak semua anak manusia untuk bergabung dalam dunia sastra sehingga dapat mewujudkan kehidupan kekeluargaan yang harmonis. Dalam membangun kekeluargaan melalui sastra tentu didalamnya ada banyak perbedaan baik perbedaan agama, suku, bahasa, budaya, dan golongan. Sehingga sastra dibangun agar kita semua saling menghargai semua perbedaan tersebut.

Baca Juga: Tiga Cara Agar Bisa Diyakinkan Seseorang Saat Berinteraksi

Sastra kekeluargaan dapat kita lihat dari kelompok-kelompok UKM, seperti UKM Literasi. UKM Literasi adalah kelompok kegiatan mahasiswa untuk memperkuat hubungan kekeluargaan maupun kehidupan akademik. Kelompok literasi dapat membangun hubungan kekeluargaan yang semakin erat akan rasa persaudaraan dan juga dapat mengembangkan kemampuan yang ada dalam diri. Dengan membangun sastra kekeluargaan melalui kelompok UKM literasi dapat meningkatkan kualitas individu, kekeluargaan, dan masyarakat.

Sastra kekeluargaan perlu dikembangkan dilingkungan keluarga dan masyarakat, karena sastra kekeluargaan sangat berperan penting dalam kehidupan sosial manusia. Kehadiran kelompok UKM literasi sangat membantu dalam membangun persaudaraan yang harmonis, sehingga terbentuknya sastra kekeluargaan untuk saling menghargai dan menerima setiap perbedaan yang ada pada anggota sastra kekeluargaan tersebut.

Baca Juga: Terkait Nama Ganjar Pranowo Yang Diusul PDIP, Ini Kata Pengamat Politik

Melalui kelompok literasi diharapkan agar mampu mempererat rasa kekeluargaan antar sesama anggota yang terlibat dalam kelompok literasi sastra tersebut, baik dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Dengan adanya kelompok literasi dapat membawa perubahan dan menumbuhkan kesadaran bagi para generasi dan juga masyarakat. Dengan adanya kelompok literasi sastra dapat membawa perubahan dan perkembangan bagi diri sendiri dan sesama.

ECD(Education Develop Center) menyatakan bahwa literasi tidak sekedar mengarah pada kemampuan baca tulis melainkan kemampuan individu dengan menggunakan segenap potensi dan keterampilannya.

Baca Juga: PNS Wajib Tahu Aturan Terbaru dari Pemerintah Terkait Hari Kerja dan Jam Kerja

Literasi tidak sekedar mampu membaca huruf melainkan membaca dunia. Sementara itu, UNESCO memberikan pernyataan bahwa literasi merupakan hak setiap orang dan menjadi dasar untuk belajar sepanjang hayat. Makna literasi dipengaruhi oleh penelitian akademik, instusi konteks nasional, nilai-nilai budaya dan pengalaman.

Maka, adanya kelompok literasi mampu membangun hubungan sastra kekeluargaan untuk saling melengkapi satu sama lain tanpa melihat latar belakang dari setiap anggotanya. Dengan adanya kelompok literasi akan menambah wawasan setiap anggota yang bergabung dalam kelompok literasi tersebut.

Baca Juga: Pemda Manggarai Alokasikan APBD Tahun Anggaran 2023 Lebih Prioritaskan Pada Sektor Pendidikan

Pembentukan literasi sastra tentunya akan menjadi kelompok yang aktif, dinamis, kreatif, saling menghargai dan kerja keras adanya. Sikap saling menghargai tentunya membawa dampak positif bagi setiap individu dan juga lingkungan masyarakat serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam mengembangkan kemampuan sehingga mempunyai tekad dan motivasi untuk terus maju.

Solusi membangun “Literasi Kekeluargaan” tentunya dimulai dari orang tua. Peran orang tua membangun literasi kekeluargaan ini sangatlah penting. Contohnya orang tua membudayakan anak-anak untuk membaca, karena dengan adanya dukungan dari orang tua, anak-anak akan semakin menyukai kelompok literasi karena akan meningkatkan kemampuan yang ada dalam diri mereka.

Halaman:

Tags

Terkini

Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:17 WIB

Mampukah Wartawan Adil Sejak Dalam Pikiran?

Senin, 9 Februari 2026 | 21:53 WIB

Fenomena Istri Simpanan di Kalangan Pejabat Tinggi

Senin, 9 Februari 2026 | 07:29 WIB

Negara Gagal, Seorang Anak Memilih Bundir

Jumat, 6 Februari 2026 | 23:25 WIB

KERTAS TII MAMA RETI

Kamis, 5 Februari 2026 | 22:56 WIB

Gizi Anak Bukan Ruang Kompromi

Senin, 2 Februari 2026 | 05:12 WIB