Jusuf Kala: Tarif Wisata Komodo Terlalu Mahal, Hati-Hati Jadi Usik Tujuan Wisata

photo author
Pay K, Ide Nusantara
- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 21:52 WIB
Jusuf Kala (Gambar PRMN)
Jusuf Kala (Gambar PRMN)
 
IDENUSANTARA.COM - Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) mengkritik kebijakan pemerintah terkait pemberlakuan tarif baru menikmati wisata Labuan Bajo khususnya di Pulau Komodo sebesar Rp3,75 juta. Dia khawatir pemberlakuan tarif yang terlalu tinggi justru mengusik ketenangan daerah tujuan wisata Komodo tersebut.
 
"Dengan pemberlakuan tarif baru yang naik secara signifikan dapat mempengaruhi jumlah kunjungan wisata ke Labuan Bajo. Yang terkena imbasnya adalah dunia wisata," kata JK dalam keterangan persnya, Sabtu, 6 Agustus 2022.
 
JK yang pernah mengemban tugas sebagai Duta Pemenangan Komodo sebagai tujuh keajaiban dunia baru atau The New Seven Wonders pada 2012-2013 itu menjelaskan selama ini Pulau Komodo sudah mendunia dan menjadi destinasi favorit yang menyedot ribuan wisatawan. Dengan tarif yang meningkat signifikan, hampir dipastikan jumlah wisatawan yang mendatangi kawasan tersebut bakal menurun.
 
"Sementara pada sektor tersebut banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya," ujarnya.
 
Dia menyebutkan sejumlah sektor yang diperkirakan bakal mengalami penurunan seperti perhotelan, kuliner, dan pelayaran. Begitu pun unit usaha usaha kecil masyarakat hingga nelayan penangkap ikan yang membantu memenuhi kebutuhan warga sekitar ikut terkena imbasnya.
 
"Demikian halnya dengan penerbangan yang sebelumnya ramai, juga terancam kehilangan penumpang," kata dia.
 
Karena itu, menurut JK, pemberlakuan tarif ini perlu dievaluasi dan diturunkan. Dia mengusulkan agar tarif diturunkan menjadi Rp1 juta dengan kuota pembatasan pengunjung sebanyak 500 orang per hari.
 
"Jadi angka tersebut terukur dapat Rp500 juta tiap hari, dan perbulan bisa Rp15 milyar. Itu lebih pasti," katanya.
 
Dengan demikian, masyarakat tetap mendapat penghasilan karena hotel hidup, restoran hidup, dan lain lainnya semua memiliki efek. "Dan kota Labuan Bajo bisa hidup kembali," ujarnya.
 
JK menguraikan berdasarkan pengalaman setiap orang berwisata ke wilayah seperti Pulau Komodo itu kemungkinan hanya sekali seumur hidupnya. Ketika mereka mengunjungi kawasan tersebut, harus memberikan ketenangan.
 
"Yang penting sudah pernah lihat. Jadi wisata itu harus memberikan ketenangan. Kalau di daerah wisata tidak tenang, ramai aksi demo, maka wisatawan tidak akan datang," tegas dia.
 
Taman Nasional Pulau Komodo resmi menjadi satu dari 7 Keajaiban Alam Dunia Baru New 7 Wonders of Nature, 13 September 2013. JK yang saat itu didaulat sebagai Duta Komodo berulang kali ke Pulau Komodo Labuan Bajo dan berkeliling kota mengkampanyekan agar masyarakat Indonesia memilih Komodo yang kemudian jumlahnya dapat mencapai lebih 100 juta sms.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Pay K

Tags

Rekomendasi

Terkini

Sejarah Danau Rana Mese di Manggarai Timur NTT

Kamis, 3 April 2025 | 18:46 WIB

Mengenal Air Terjun Terbesar di Dunia

Kamis, 3 April 2025 | 10:57 WIB
X