Idenusantara - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) telah meningkatkan kesiagaan mereka dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya unjuk rasa setelah penetapan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.
Kepala Polda NTT, Irjen Pol. Anang Suyono, menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk bersiap siaga. “Kami telah mempersiapkan langkah-langkah preventif dan pengamanan agar situasi tetap kondusif.
Baca Juga: 5 Zodiak yang Kurang Beruntung di Minggu Ketiga Juni 2024: Scorpio Terombang-ambing
Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur mengantisipasi terjadinya unjuk rasa penolakan hasil penetapan pemilu serta euforia kemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden serta caleg seusai penetapan hasil Pemilu 2024.
Setiap potensi gangguan keamanan akan ditangani dengan tegas namun tetap mengedepankan pendekatan humanis,” ujar Irjen Pol. Anang Suyono dalam konferensi pers yang digelar di Markas Polda NTT.
Baca Juga: Turnamen Futsal oleh Polres Mabar: Upaya Merajut Kebersamaan Pemuda
Kesiapan Personel dan Sarana Prasarana
Polda NTT telah menyiapkan ribuan personel yang akan ditempatkan di titik-titik strategis, termasuk di sekitar kantor KPU dan Bawaslu, serta pusat-pusat keramaian di berbagai kota di NTT. Selain itu, unit-unit khusus seperti satuan Brimob juga telah disiagakan untuk merespons situasi darurat jika terjadi eskalasi massa.
“Selain personel, kami juga telah menyiapkan sarana prasarana pendukung, seperti kendaraan taktis, alat komunikasi, dan peralatan pengendali massa. Semua ini dilakukan untuk memastikan bahwa kami dapat merespons dengan cepat dan tepat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambah Irjen Pol. Anang.
Baca Juga: Polres Matim Salurkan Bantuan Sosial ke Siswa SLBN dan Pesantren
Koordinasi dengan Pihak Terkait
Untuk mengoptimalkan pengamanan, Polda NTT juga melakukan koordinasi intensif dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan pemerintah daerah setempat.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses penetapan hasil pemilu berjalan lancar dan transparan, serta untuk mengurangi potensi gesekan di masyarakat.