Gubernur VBL Minta Bupati Ikat Kaki Ketua DPR Buang di Laut Jika Tidak Setujui Pinjaman Daerah

photo author
Pay K, Ide Nusantara
- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 14:27 WIB
Gubernur VBL saat Kunjungi Kerja di Kabupaten Belu (Gubenur NTT Viktor Laiskodat saat acara di Kewar, Kamis 11 Agustus 2022 malam /Ryohan B/Tangkapan Layar Youtube Biro Adpim Provinsi NTT)
Gubernur VBL saat Kunjungi Kerja di Kabupaten Belu (Gubenur NTT Viktor Laiskodat saat acara di Kewar, Kamis 11 Agustus 2022 malam /Ryohan B/Tangkapan Layar Youtube Biro Adpim Provinsi NTT)

 

 

IDENUSANTARA.COM - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kabupaten Belu, Kamis (11/8/2022). Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Belu, Gubernur VBL  berkesempatan melakukan pertemuan dengan masyarakat adat di Kewar, Kecamatan Lamaknen.

Momen kunjungan kerja Gubernur NTT dan acara pertemuan di Kewar ini diabadikan melalui akun youtube Biro Administrasi Pimpinan Provinsi NTT.

Gubernur VBL dalam sambutannya meminta pemerintah daerah khususnya Kabupaten Belu untuk terus menggenjot pembangunan dan menjaga agar masyarakat bisa keluar dari ketertinggalan dan kesulitan hidup.

Selain itu, Gubernur NTT meminta bupati melakukan pinjaman daerah untuk mendapatkan dana segar demi akselerasi pembangunan.

Menurutnya, pinjaman daerah perlu dilakukan karena struktur APBD yang ada tidak mampu membiayai semua program dan kegiatan yang telah direncanakan apalagi bangsa dan daerah sedang dalam masa sulit menghadapi pandemi covid, badai seroja dan penyakit ASF.

Karena itu, Gubernur meminta agar bupati dan DPRD duduk bersama mencari pinjaman daerah. Dia sempat menyinggung pinjaman daerah di Kabupaten Belu yang sampai saat ini belum bisa dilakukan dan sempat terjadi polemik saat pembahasan di DPRD Belu.

Dengan nada bercanda, Gubernur Laiskodat meminta Bupati mengikat kaki ketua DPRD lalu buang ke laut.

"Makanya saya bilang pak bupati hae pinjam saja susah mo mati, itu ketua DPRD panggil san dong ikat dong pu kaki buang di laut ee. Masa tidak setuju-setuju juga ini barang (pijnjaman daerah, red). Saya yakin setelah dari Kewar ini ada timbul sebuah gagasan, semangat  baru, kekompakan, keiginan untuk berubah," ujarnya disambut tawa.

Gubernur VBL menegaskan agar jangan sekali-sekali pemimpin mengedepankan ego karena rakyat yang akan jadi korban.

"Kalau kita melayani ego kita maka  yang mati rakyat. Menjadi pemimpin, kehormatannya adalah pelayanan kepada masyarakat. Bukan bupati punya ego atau ketua DPRD punya ego," tegasnya.

Menurutnya, dalam situasi yang sulit uang paling banyak tersedot untuk menjaga agar masyarakat tetap sehat. Begitupun masyarakat yang mengalami masalah-masalah sosial dan ekonomi bisa dibantu langsung.

"Namun, semua hal yang direncanakan tidak akan terpenuhi karena anggaran yang terbatas. karena itu memang desain kita adalah kekurangan anggaran APBD itu harus kita lakukan peminjaman. Ini Pak Bupati ada pimpinan DPR untuk mulai agar Pinjaman Daerah. Itu untuk menyelamatkan rakyat. Jangan pernah menahan itu," pintanya.

Dia mencontohkan Pemprov NTT yang berhasil membangun 1.100 kilo meter jalan raya meski di tengah kesulitan karena pinjaman daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Pay K

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X