Demi Menciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman, SMPN 5 Kota Komba Gelar Kampanye Bertajuk Sekolah Tanpa Perundungan

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Sabtu, 15 Februari 2025 | 06:19 WIB
SMPN 5 Kota Komba gelar kampanye bertajuk  (Foto: Jhi. S)
SMPN 5 Kota Komba gelar kampanye bertajuk (Foto: Jhi. S)

Idenusantara.com-Untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi satuan pendidikan, Siswa SMP Negeri 5 Kota Komba, yang berlokasi di Ketang desa Golo Tolang, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan kampanye bertajuk "Sekolah Tanpa Perundungan".

Tujuan di laksanakannya kegiatan Kampanye ini yakni untuk mengurangi perundungan dan kekerasan di sekolah, serta meningkatkan kesadaran dan empati di antara siswa.

Baca Juga: PWI Pusat Bantah Pernyataan Hendry Ch Bangun yang Mengklaim Ketua PWI Zulmansyah Ilegal

Kepada Media ini, Hubertus Basri menyampikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu progam SMP Negeri 5 Kota Komba yaitu Projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) Bangunlah Jiwa dan Raganya dengan tema Projek " Sekolah Tanpa Perundungan". Kegiatan kampanye ini berlangsung pada Jumat, (14/2/2025) di halaman sekolah yang terbagi dalam lima kelompok.

"Kampanye Sekolah Tanpa Perundungan adalah sebuah upaya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif bagi semua siswa, tanpa adanya perundungan atau kekerasan. Tujuan dari kampanye ini adalah untuk mengurangi insiden perundungan di sekolah dan meningkatkan kesadaran dan empati di antara siswa, guru, dan orang tua." Ungkap Hubertus Basri,Selaku Koordinator P5 Bangunlah Jiwa dan Raganya. 

Hubertus Basri menjelaskan, maksud dari Kampanye Sekolah Tanpa Perundungan di SMP Negeri 5 Kota Komba yaitu :

1. Menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua siswa.
2. Mengurangi insiden perundungan di sekolah.
3. Meningkatkan kesadaran dan empati di antara siswa, guru, dan orang tua.
4. Membangun jaringan dukungan di antara siswa, guru, dan orang tua.
5. Meningkatkan kualitas pendidikan dengan menciptakan lingkungan belajar yang positif, serta melatih mental dari peserta didik itu sendiri.

"Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua siswa, tanpa memandang latar belakang atau status sosial," Lanjut Basri. 

Baca Juga: Lima Anak NTT Juara Kompetisi Sempoa Internasional 2024, Pj Gubernur NTT Beri Apresiasi

Siswa juga akan diajarkan tentang cara mengatasi perundungan dan kekerasan, serta bagaimana menjadi teman yang baik dan mendukung semua aktivitas yang ada di lingkungan sekolah tersebut.

"Kami berharap kampanye ini dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif dan mendukung bagi semua siswa, dan kegiatan projek bangunlah jiwa dan raganya ini tidak sebatas sampai disini saja, akan tetapi kegiatan projek bangunlah jiwa dan raganya ini nantinya sampai gelar karya di bulan Juni yaitu masing-masing kelompok membuat dokumenter film pendek dengan judul sekolah tanpa perundungan, semua ide dan gagasan dalam film tersebut hasil karya dari siswa itu sendiri," tutup Hubertus Basri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X