Optimalisasi Pembelajaran, Pelatihan Deep Learning Siap Kembangkan Pendidikan Berkelanjutan

photo author
Dionisius Upartus Agat, Ide Nusantara
- Rabu, 30 Juli 2025 | 17:14 WIB

Ruteng, idenusantara.com – Upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah Katolik Keuskupan Ruteng mencapai puncaknya dengan penutupan Pelatihan Deep Learning, pada Senin (28/7/2025).

Pelatihan yang dirancang untuk membekali pendekatan pembelajaran mendalam ini diikuti oleh 175 pendidik dari berbagai jenjang sekolah dan dilaksanakan di STIPAS St. Sirilus Ruteng sejak 23 Juli 2025 lalu.

Kegiatan pelatihan terselenggara berkat kolaborasi strategis antara Majelis Pendidikan Nasional Katolik (MPNK) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dan turut didukung oleh Balai Guru Penggerak dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi NTT.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai konsep inti dan implementasi praktis Deep Learning, disampaikan langsung oleh Prof. Dr. Waras Kamdi, M.Pd., dari Kemendikdasmen.

Untuk memastikan pemahaman dan aplikasi yang optimal, para kepala sekolah dan guru-guru dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil, didampingi secara langsung oleh lima Fasilitator Daerah Pembelajaran Mendalam dari BGTK Provinsi NTT.

Para fasilitator ini bertugas memberikan bimbingan personal dan intensif melalui diskusi kelompok serta studi kasus yang relevan dengan lingkungan sekolah Katolik.

Kesan Peserta: Membangun Pemimpin dan Pembelajaran Bermakna

Antusiasme dan dampak positif pelatihan ini sangat terasa dari beragam kesan yang disampaikan oleh para peserta.

Anastasia Safitri Wolos, S.Pd, Gr., Kepala sekolah SDK Ruteng VI, menyampaikan kesan mendalamnya.

"Ketika guru dan pemimpin belajar dengan hati, maka anak-anak akan tumbuh dengan makna. Pendidikan bukan hanya tentang isi kepala, tetapi juga cahaya jiwa," ungkap Anastasia.

Senada dengan Anastasia, Maria Sulastri Janggu, guru dari TKK Inviolata, Yayasan Dian Yosefa, mengungkapkan bahwa program ini sangat membantu guru memahami materi secara mendalam.

Menurutnya, pengembangan karakter dan keterampilan dapat dilakukan melalui pengalaman langsung dan interaksi, membangun interaksi aktif di kelas, serta meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Doneta Sherly Srisanjaya Damon, S.Pd.Gr., guru dari SMPK Immaculata Ruteng, Yayasan Dian Yosefa, juga turut menyampaikan kesan serupa.

Doneta mengaku bersyukur karena pelatihan bertema "Dari Ruang Kelas Ke Ruang Hati" ini membekali guru dengan keterampilan merancang pembelajaran yang menumbuhkan pemikiran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi (4C), serta membangun karakter dan nilai-nilai spiritualitas Katolik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Tags

Rekomendasi

Terkini

X