pendidikan

Carut Marut Dugaan Penggelapan Dana PIP di SDI Wae Kool, Puluhan Siswa Diduga Menjadi Korban Kepala Sekolah

Jumat, 28 Maret 2025 | 07:10 WIB
Kondisi terkini ruang kelas di sdi wae kool yang sangat memprihatinkan, tembok retak bahkan plafon sudah mulai lapuk (Dok. Istimewa IDN.com)

Manggarai Timur, IDE NUSANTARA - Kasus Dugaan penggelapan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di Provinsi NTT tidak pernah habis. Lantas mengapa kasus Dana PIP tidak pernah usai? Kali ini di SD Inpres Wae Kool, Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur, Provinsi NTT terus bergulir. 

Sebanyak 23 siswa Diduga jadi korban oknum kepala sekolah yang tidak bisa mencairkan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) milik muridnya itu. Dana PIP yang tidak dicairkan oknum kepala sekolah SDI Wae Kool berlangsung selama 5 (Lima) tahun lamanya, terhitung sejak tahun 2020-2024. Dari 23 Siswa, masing-masing menerima dana PIP sebesar Rp.450.000 X 23 = Rp.10.350.000 X 5 tahun = Rp.51.750.000. 

Orang Tua Murid pertanyakan Dana PIP 2020-2024 yang belum cair, kuat dugaan Dana PIP dipermainkan kepala sekolah

Dana PIP sebesar puluhan juta yang tidak dicairkan sang kepala sekolah tersebut kini menimbulkan banyak pertanyaan dikalangan orang tua murid. Sumber terpercaya media ini menyampaikan kalau dirinya sangat bingung dengan alasan kepala sekolah yang tidak bisa mencairkan dana PIP milik siswa di SDI Wae Kool. 

Baca Juga: Skandal Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS di Sekolah MIS Ruteng Mencuat ke Publik

"Apakah dana PIP itu sudah dicairkan atau tidak kami juga tidak tahu. Kami mau tanya kepala sekolah, kepala sekolah juga jarang datang sekolah. Bahkan mungkin hanya tiga kali dalam sebulan, " Ujarnya

"Dengan tidak adanya transparansi soal dana PIP siswa oleh kepala sekolah maka kuat dugaan kepala sekolah sudah makan uang itu," Ujarnya lagi 

Selain itu, wali murid juga mempertanyakan praktik pengelolaan kartu dan buku tabungan siswa yang selama bertahun-tahun dipegang oleh pihak sekolah, bukan oleh orang tua siswa sebagaimana mestinya.

Merespon curhat masyarakat di Wae Kool Kepala sekolah saat dikonfirmasi media ini terkait dana PIP yang hilang kabar itu menjelaskan kalau dirinya belum mencairkan dana PIP itu sejak tahun 2020-2024 karena kondisi kesehatan dan jalan yang jelek milik Pemda Manggarai Timur. 

"Jarang masuk sekolah dan tidak cairkan dana PIP karena kondisi kesehatan kurang terjamin dalam menghadapai jalan yang rusak, faktor usia resiko cedera dalam perjalanan bisa terjadi," Jelas Burhan, kepala sekolah pada senin, 23 Maret 2025. Anehnya lagi pada Rabu, 26 Maret 2025 Kepala sekolah SDI Wae Kool Memblokir nomor wartawan media ini dengan alasan tidak berdasar. 

Baca Juga: Rugikan Negara Capai Rp 746 Juta, Dugaan Penyalagunaan Dana BOS di MIS Ruteng Kini Ditangani Polres Manggarai

Penampakan gedung sekolah sdi wae kool yang tidak terawat (Istimewa)

Kepala sekolah juga menyebut kalau operator pada sekolah SDI Wae Kool tidak memahami soal administrasi terkait pencairan Dana PIP. 

Kemendikdasmen wajibkan sekolah umumkan siswa penerima dana PIP

Halaman:

Tags

Terkini