pendidikan

Unika St Paulus Ruteng Gelar Kuliah Umum Bertemakan Tantangan Kualitas SDM NTT di Era Peradaban Digital

Rabu, 23 April 2025 | 18:13 WIB
Unika St Paulus Ruteng Gelar Kuliah Umum Bertemakan Tantangan Kualitas SDM NTT di Era Peradaban Digital

Idenusantara.com - Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng gelar kuliah umum yang bertemakan tentang “Tantangan Kualitas SDM NTT di Era Peradaban Digital” pada Rabu, 23 April 2025.

Kuliah Umum berlangsung dengan nuansa akademik di Aula Gedung Utama Timur (GUT) Lantai 5 ini, bertujuan untuk menekankan pentingnya kolaborasi multi-sektor, inovasi pembelajaran, serta reformasi kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan saintek.

Selain itu, Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa Unika St. Paulus Ruteng tak hanya berbicara soal akademik, tetapi juga mengambil peran aktif dalam membentuk peradaban masa depan.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Akademik, Unika St Paulus Ruteng Perkuat Jaringan Lembaga dan Jalin Kerjasama dengan Divine Word College of Calapan

Adapun narasumber utama yang hadir dalam kuliah umum ini, yaitu Prof. Dr. Frans Salesman, S.E., M.Kes., seorang pakar kesehatan masyarakat dan tokoh penting dalam pembangunan SDM Indonesia Timur.

Turut hadir juga civitas akademika dari Fakultas Kesehatan (FIKes), termasuk, Dekan FIKes, Wakil Dekan FIKes, Dosen, Tendik Profesional, dan mahasiswa.

Dalam Pemaparan Materi Prof. Dr. Frans Salesman, S.E.,M.Kes., menyampaikan betapa pentingnya pemahaman teknologi yang membangun karakter.

“Era Society 5.0 tidak hanya menuntut kita untuk paham teknologi, tetapi juga membangun karakter yang berempati, etis, dan kreatif” ungkapnya.

Baca Juga: Membangun Pengalaman dan Kemampuan Mahasiswa Prodi PBSI Unika St. Paulus Ruteng Laksanakan Magang di SMAN 4 Borong

Menurut Prof. Frans, esensi SDM unggul di masa depan, itu ada pada pemahaman teknologi yang membangun karakter.

Lebih lanjut, Prof. Frans dalam materinya, juga menyampaikan bahwa NTT masih menghadapi tantangan besar dari sisi Human Capital Index (HCI) yang hanya berada di angka 0.54.

Menurut Prof Frans, indeks ini berada jauh di bawah indeks dari Singapura (0.88) dan Vietnam (0.69).

Ia juga menambahkan bahwa perubahan digital tak bisa dihindari, satu-satunya cara untuk bertahan adalah menyiapkan SDM yang adaptif, kolaboratif, serta literat digital.

“Kita harus mulai dari pendidikan anak-anak hingga calon ibu. Investasi SDM bukan pilihan, tapi keharusan,” tambahnya

Halaman:

Tags

Terkini