pendidikan

Membangun Sekolah yang Aman: Mahasiswa PMT Kelompok 61 Unitri Malang Mengadakan Sosialisasi Stop Bullying

Minggu, 3 Agustus 2025 | 06:56 WIB
Mahasiswa Program studi Ilmu komunikasi pengabdian masyarakat tematik (PMT) Kelompok 61 Unitri Malang mengadakan sosialisasi stop bullying di MI Sunan Ampel, Kadipaten (Foto: Myrtha Goreti)

Idenusantara.com-Mahasiswa Program studi Ilmu komunikasi pengabdian masyarakat tematik (PMT) Kelompok 61 Unitri Malang mengadakan sosialisasi stop bullying di MI Sunan Ampel, Kadipaten pada 02/07/ 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan empati di kalangan siswa tentang pentingnya menghindari perilaku bullying.

Sosialisasi ini dihadiri oleh siswa-siswa MI Sunan Ampel dan dipandu oleh pemateri Yuni Lasari yang menyampaikan tentang apa itu bullying, dampak negatif bullying, dan cara menghindari perilaku bullying.

Baca Juga: TRK Wuna Naik Status Jadi SD Negeri, 3 Ruang Kelas Siap Dibangun 2026

Kegiatan ini dipimpin oleh Tus, ketua kelompok PMT (Pengabdian Masyarakat Tematik) ia memastikan bahwa sosialisasi ini berjalan dengan lancar dan efektif. Tus berharap bahwa siswa-siswa dapat memahami pentingnya menghindari perilaku bullying dan membangun hubungan yang positif dengan teman-teman.

“Saya berharap adik-adik bisa memahami betapa pentingnya menghindari perilaku bullying dan mulai membangun hubungan yang positif dengan teman-teman di sekolah,” katanya.

Baca Juga: Kejaksaan RI Melalui Kajati Tegaskan Komitmen Kawal Pembangunan Infrastruktur yang Bersih dan Transparan di NTT

Yuni Lasari, salah satu dosen pembimbing lapangan PMT Ilmu Komunikasi, menyampaikan tentang pentingnya membangun kesadaran dan empati di kalangan siswa tentang perilaku bullying.

"Dengan demikian, kita dapat meningkatkan kesadaran dan empati di kalangan siswa tentang pentingnya menghindari perilaku bullying," jelasnya.


Membangun Kesadaran dan Empati Sosialisasi stop bullying ini merupakan salah satu upaya untuk membangun kesadaran dan empati di kalangan siswa. Dengan memahami pentingnya menghindari perilaku bullying, siswa-siswa dapat membangun hubungan yang positif dengan teman-teman dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.


“Sosialisasi stop bullying ini kami adakan sebagai upaya untuk membangun kesadaran dan empati di kalangan siswa. Kami ingin agar adik-adik memahami pentingnya menghindari perilaku bullying, sehingga bisa membangun hubungan yang positif dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman,” ujar Yuni lasari.

Baca Juga: Nyala Harapan Dalam Bayang Kekuasaan

Yuni lasari juga menambahkan Pentingnya Menghindari Perilaku Bullying Bullying dapat menyebabkan dampak negatif bagi korban, seperti stres, depresi, dan kehilangan kepercayaan diri. Oleh karena itu, penting bagi siswa-siswa untuk memahami pentingnya menghindari perilaku bullying dan membangun hubungan yang positif dengan teman-teman.

“Bullying bisa menyebabkan dampak yang sangat buruk bagi korban, seperti stres, depresi, bahkan hilangnya kepercayaan diri. Karena itu, penting sekali bagi adik-adik untuk menghindari perilaku bullying dan mulai membangun hubungan yang positif dengan teman-teman,” tambahnya.

 

Halaman:

Tags

Terkini