pendidikan

Transformasi Kurikulum Pendidikan Matematika: Langkah Strategis Unika Santu Paulus Ruteng Hadapi Era Digital

Sabtu, 20 Desember 2025 | 14:56 WIB
Prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng menggelar Lokakarya Pembaruan Kurikulum Pendidikan Matematika Berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Sabtu, 20 Desember 2025. (Foto: Gordi Jamat)

IDENUSANTARA.COM - Transformasi kurikulum bukan sekadar agenda akademik rutin, melainkan ikhtiar strategis untuk menjawab perubahan zaman yang bergerak cepat. Kesadaran inilah yang mengemuka dalam Lokakarya Pembaruan Kurikulum Pendidikan Matematika Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang digelar Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng pada Sabtu, 20 Desember 2025. 

Forum ini menjadi ruang refleksi kolektif antara kampus dan sekolah dalam membaca realitas pendidikan di tengah derasnya arus digitalisasi dan kecerdasan buatan.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unika Santu Paulus Ruteng, Romo Yohanes Mariano Dangku, S.Fil., M.Pd., menegaskan bahwa pembaruan kurikulum merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan akademik perguruan tinggi. 

Baca Juga: Akreditasi Unggul Terbanyak , Kampus Unika Ruteng Didaulat Sebagai Kampus Berkualitas di NTT

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kurikulum tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi harus menjadi peta jalan yang menuntun mahasiswa menuju capaian pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan kehidupan nyata.

"Kurikulum hari ini tidak cukup hanya memuat daftar mata kuliah. Ia harus mampu menjawab tantangan abad ke-21, menghadirkan pembelajaran yang humanis, dan menyiapkan lulusan yang sanggup beradaptasi dengan perubahan sosial serta teknologi," ujarnya. 

Ia juga menekankan pentingnya kekhasan keilmuan Prodi Pendidikan Matematika yang mengintegrasikan etnomatematika, teknologi digital, dan kecerdasan buatan sebagai identitas akademik yang membedakan Unika Santu Paulus Ruteng dengan program studi sejenis.

Paparan akademik yang menjadi pemateri utama dalam lokakarya ini disampaikan oleh Dr. Dian Kurniati, S.Pd., M.Pd dari kampus Universitas Jember. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa kurikulum berbasis OBE menuntut perubahan paradigma dalam pendidikan tinggi. 

Baca Juga: Unika Ruteng Bekali Ribuan Wisudawan untuk Melawan Manipulasi dan Kebodohan Digital

Menurutnya, kurikulum tidak lagi disusun berdasarkan apa yang ingin diajarkan dosen, melainkan pada capaian pembelajaran lulusan yang benar-benar dibutuhkan oleh dunia kerja, sekolah, dan masyarakat.

"Outcome-Based Education menuntut konsistensi. Mulai dari perumusan capaian pembelajaran lulusan, desain pembelajaran di kelas, hingga sistem asesmen, semuanya harus saling terhubung dan dapat diukur ketercapaiannya," jelasnya. 

Ia juga menekankan bahwa kurikulum harus adaptif terhadap kebijakan nasional seperti Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, mampu merekognisi aktivitas belajar mahasiswa di luar kampus, serta dikembangkan secara kolaboratif bersama sekolah dan pemangku kepentingan lainnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng, Maximus Tamur, M.Pd., menguraikan secara jujur latar belakang peninjauan kurikulum yang dilakukan. 

Baca Juga: Pesan Mesra hingga Pelecehan Fisik: Begini Kronologi Pemecatan Dosen ILS di Kampus Unika Ruteng

Ia menyebutkan bahwa proses ini dipicu oleh berbagai masukan, mulai dari hasil akreditasi, dinamika kebijakan pendidikan tinggi, tuntutan lulusan abad ke-21, hingga hasil tracer study dan suara langsung dari pengguna lulusan.

Halaman:

Tags

Terkini