IDENUSANTARA.COM - Pergantian Kepala Sekolah di SDK Kedindi Reo tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk menegaskan standar mutu pendidikan yang harus terus dijaga dan ditingkatkan. Yayasan Persekolahan Sukma secara tegas mematok arah dan standar mutu pendidikan sebagai komitmen utama dalam pergantian kepemimpinan tersebut.
Rangkaian kegiatan pergantian kepala sekolah diawali dengan Perayaan Ekaristi Syukur yang dipimpin oleh Ketua Yayasan Persekolahan Sukma Pusat, RD. Patrick Josaphat Dharsam Guru. Perayaan ini menjadi ungkapan syukur atas karya pelayanan pendidikan yang telah dilaksanakan sekaligus doa agar kepemimpinan baru mampu melanjutkan dan memperkuat kualitas pendidikan di SDK Kedindi Reo.
Baca Juga: Jelang Opserasi Ketupat, Polisi Gandeng Instansi Terkait Sosialisasi Tertib Lalin di Labuan Bajo
Dalam kotbahnya, Romo Patrick menegaskan bahwa pergantian kepala sekolah harus dimaknai sebagai estafet pelayanan, bukan sekadar pergantian jabatan struktural. Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai penentu arah mutu pendidikan dan teladan nilai-nilai Kristiani di lingkungan sekolah.
“Pergantian kepemimpinan bukan hanya soal siapa yang menjabat, tetapi tentang bagaimana pelayanan pendidikan terus berjalan dengan kualitas yang semakin baik. Kepala sekolah harus memimpin dengan dedikasi, integritas, dan kejujuran,” tegas Romo Patrick.
Ia juga menekankan pentingnya menghidupi semangat KEDINDI (Kasih, Etos kerja, Disiplin, Iman, Nilai Kristiani, Dedikasi, dan Integritas), sebagai standar moral dan profesional yang harus tercermin dalam seluruh aktivitas pendidikan di SDK Kedindi Reo.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Sekolah periode 2022 hingga awal 2026, Iza Yovita, S.Pd., menyampaikan terima kasih kepada Yayasan dan Pemerintah atas kepercayaan yang diberikan kepadanya selama masa tugas.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan pendidikan.
“Saya berterima kasih atas dukungan Yayasan, Pemerintah, para guru, dan orang tua. Saya menyadari masih ada keterbatasan, dan untuk itu saya mohon maaf kepada seluruh warga sekolah,” ujarnya.
Baca Juga: Antisipasi Kebijakan Baru, Yapersukma Pusat Latih Guru Yayasan Jadi Calon Kepala Sekolah
Tongkat estafet kepemimpinan selanjutnya dipercayakan kepada Siprianus Andro Dono, S.Pd. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah yang baru menyatakan kesiapan untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan serta berkomitmen menjaga standar mutu pendidikan yang telah ditetapkan Yayasan.
“Amanah ini bukan tanggung jawab pribadi, melainkan tanggung jawab bersama. Saya mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk bekerja sama, menjaga disiplin, dan terus meningkatkan kualitas pembelajaran,” ungkap Pak Andro.
Dalam dialog bersama para guru, muncul pertanyaan terkait peluang guru PNS untuk menjabat sebagai kepala sekolah di sekolah swasta. Menanggapi hal tersebut, Romo Patrick menjelaskan bahwa Yayasan pada prinsipnya tetap membuka ruang bagi kepala sekolah dari unsur PNS, namun saat ini terkendala regulasi yang berlaku.
“Yayasan tetap menginginkan kepala sekolah dari unsur PNS, tetapi karena aturan yang belum memungkinkan, kami mengambil langkah strategis dengan mengangkat Guru Tetap Yayasan agar mutu pendidikan tidak terhambat,” jelasnya.