Idenusantara.com-Kamis Putih merupakan salah satu hari penting dalam kalender liturgi Gereja Katolik. Hari ini menandai dimulainya Tri Hari Suci (Triduum Paskah), yaitu rangkaian perayaan yang meliputi Kamis Putih, Jumat Agung, dan Malam Paskah.
Hari raya ini diperingati sebelum Minggu Paskah dan menjadi momen untuk mengenang perjamuan terakhir Yesus bersama para murid-Nya.
Perjamuan Terakhir dan Institusi Ekaristi
Dalam Perjamuan Terakhir, Yesus memperkenalkan sakramen Ekaristi, yaitu pemberian diri-Nya dalam rupa roti dan anggur.
Ia berkata, "Inilah tubuhKu yang diserahkan bagimu," dan "Inilah darahKu, darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang."
Momen ini menjadi dasar dari Misa Kudus yang dirayakan umat Katolik hingga hari ini.
Ekaristi bukan sekadar simbol, melainkan menjadi perwujudan nyata kasih Kristus yang rela menyerahkan diri-Nya demi keselamatan umat manusia.
Oleh karena itu, Kamis Putih juga disebut sebagai hari kelahiran Ekaristi.
Pembasuhan kaki merupakan simbol pelayanan, salah satu ritus yang khas dalam Misa Kamis Putih adalah pembasuhan kaki.
Pastor atau imam akan membasuh kaki dua belas orang umat yang menandakan sebagai rasul dan ini merupakan suatu sikap meneladani tindakan Yesus yang membasuh kaki para murid-Nya. Tindakan ini menjadi simbol kerendahan hati dan panggilan untuk melayani sesama dengan kasih, tanpa memandang status atau jabatan.
Baca Juga: Catatan Politik Senayan: Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan
Yesus memberi pesan penting “Apa yang Aku lakukan ini harus kamu lakukan juga.” Kamis Putih mengingatkan umat untuk tidak hanya percaya, tetapi juga bertindak nyata dalam pelayanan.
Misa Kudus dan Sakramen Maha Kudus
Setelah Misa Kamis Putih, Sakramen Maha Kudus biasanya dipindahkan ke tempat khusus untuk adorasi malam. Ini menjadi simbol Yesus yang berjaga di Taman Getsemani sebelum Ia ditangkap.