Idenusantara.com-Setiap bulan Mei, umat Katolik di seluruh dunia akan melaksanakan doa rosario setiap harinya selama sebulan. Lantas mengapa umat Katolik harus berdoa rosario selama sebulan? Berikut ini penjelasannya!
Mengutip laman Gereja Katolik Santa Perawan Maria Yang Dikandung Tanpa Noda Dosa Katedral Keuskupan Agung Medan menyebutkan bahwa gereja Katolik memiliki tradisi yaitu mendedikasikan bulan-bulan tertentu untuk sebuah devosi yang salah satunya yaitu bulan Mei. Bulan Mei dikhususkan oleh gereja Katolik untuk berdevosi kepada Bunda Maria dan disebut sebagai Bulan Maria.
Devosi kepada Bunda Maria yang dilakukan pada Bulan Maria ini biasanya dilakukan dengan berdoa rosario baik bersama keluarga, lingkungan, gereja, dan berziarah ke Gua Maria. Namun, devosi kepada Bunda Maria yang paling terkenal dan sering dipakai hingga sekarang yaitu doa rosario.
Baca Juga: Wagub Johni Asadoma Dorong UMKM NTT Terus Berinovasi Lahirkan Produk Kreatif
Penetapan Bulan Mei sebagai Bulan Maria dalam tradisi Gereja Katolik memiliki makna mendalam yang terkait dengan devosi kepada Perawan Maria, ibu Yesus Kristus. Pada bulan ini Gereja mempersembahkan waktu khusus untuk menghormati Maria yang tidak hanya didasarkan pada aspek historis, tetapi juga teologis dan liturgis.
Sejarah Penetapan Bulan Maria dan Ditetapkan oleh Paus Pius IX
Pada tahun 1809, Paus Pius VII ditangkap dan dipenjarakan oleh serdadu Napoleon. Ketika dalam penjara, Paus Pius meminta kepada Bunda Maria agar bisa bebas dari penjara dan berjanji jika sudah bebas, Ia akan mendedikasikan perayaan untuk menghormati Maria.
Akhirnya, lima tahun kemudian ia bebas dan mengumumkan Hari perayaan Bunda Maria penolong umat Kristen. Devosi yang dilakukan oleh Paus Pius VII ini akhirnya semakin terkenal dan pada tahun 1854 Paus Pius IX mengumumkan dogma "Immaculate Conception/ Bunda Maria yang dikandung tidak bernoda" dan menetapkan bulan Mei sebagai Bulan Maria dan sekarang sudah dikenal oleh gereja universal sebagai Bulan Maria.
Baca Juga: Buka AnTiK Fest 2025, Wagub Johni Asadoma Gelorakan Gerakan Beli NTT
Penetapan bulan Mei sebagai Bulan Maria dimulai pada abad ke-18 di Italia, khususnya pada tahun 1720, ketika Kongregasi Yesuit mulai mendorong devosi kepada Maria pada bulan ini. Namun, tradisi ini benar-benar diperkenalkan secara luas setelah Paus Pius XII mengesahkannya pada tahun 1954 dengan surat apostolik Ad Caeli Reginam yang menyatakan Mei sebagai bulan untuk menghormati Maria.
Alasan Mei Dipilih Sebagai Bulan Maria
Pertama karena pada bulan Mei merupakan bulan yang identik dengan musim semi di belahan bumi utara dan merupakan simbol kebangkitan, pertumbuhan, dan kehidupan baru. Alam yang subur dan indah dengan bunga-bunga yang bermekaran menjadi gambaran simbolis dari Maria sebagai "Bunga dari segala bunga" atau "Ratu segala bunga" yang melambangkan keindahan rohani dan kemurnian.
Alasan kedua adalah dalam banyak tradisi Katolik, bunga-bunga sering kali digunakan untuk melambangkan kesucian dan kebangkitan, dan bulan Mei yang penuh dengan mekarnya bunga memberikan kesempatan bagi umat Katolik untuk merenungkan kecantikan rohani Maria.
Ketiga karena pada bulan Mei sering digunakan sebagai bentuk devosi pribadi dan komunitas kepada orang kudus dalam tradisi Gereja. Bulan Mei yang tenang, tanpa perayaan besar liturgi lainnya, memberikan kesempatan khusus untuk fokus pada peran Maria dalam keselamatan umat manusia.