Tradisi Pohon Natal di Depan Basilika St Petrus, Mengapa Baru Dimulai oleh St Yohanes Paulus II

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Selasa, 9 Desember 2025 | 10:48 WIB
Pohon Natal di depan Basilika St Petrus Vatikan (Foto: LamanKatolik)
Pohon Natal di depan Basilika St Petrus Vatikan (Foto: LamanKatolik)

Idenusantara.com-St Yohanes Paulus II adalah Paus pertama yang memerintahkan membuat pohon Natal di Vatikan. Ia memulai tradisi tersebut pada tahun 1982.

Natal di Vatikan, sebelumnya tidak selalu menyertakan pohon raksasa yang didirikan di tengah Lapangan Santo Petrus. Hingga Paus Polandia itu menduduki takhta St Petrus dan memperkenalkan kebiasaan tersebut. Sekarang, tradisi ini dibuat setiap tahun.

Baca Juga: APAKAH SINTERKLAS SUNGGUH ADA?

St Yohanes Paulus II mencintai Natal, terutama semua tradisi yang berasal dari tanah kelahirannya Polandia. Seorang teman Yohanes Paulus II menjelaskan dalam buku Stories About Saint John Paul II karya Wlodzimierz Redzioch bahwa “Bapa Suci sangat ingin kita merayakan liburan dalam suasana keluarga, menurut tradisi Polandia … Bapa Suci menyukai pohon sangat banyak.”

Baru belakangan, orang Italia mengadopsi tradisi pohon Natal, seperti sebelum abad ke-20, tradisi itu terutama di negara-negara Eropa utara. Inilah sebabnya mengapa perlu seorang Paus Polandia untuk memperkenalkan tradisi di Vatikan.

Baca Juga: Alain Niti Susanto Resmi Jadi Penerus Melki Laka Lena Pimpin DPD I Partai Golkar NTT

Lilin di Jendela

Tradisi juga membantu menghubungkannya dalam solidaritas dengan asalnya, Polandia, yang berada di bawah darurat militer dari 1981-1983. Pada tahun 1981 ia mengadopsi kebiasaan menempatkan lilin di jendelanya selama masa Adven dan Natal. Tindakan ini menandakan kedekatannya dengan orang-orang Polandia di bawah tanah di tanah kelahirannya.

Kemudian pada tahun 1999 Paulus II menjelaskan simbolisme pohon Natal dalam berbicaranya kepada para peziarah dari Republik Ceko. Pohon Natal, dengan buaian, menciptakan suasana Natal yang khas dan dapat membantu kita memahami lebih baik pesan keselamatan yang Kristus datang untuk membawa kita melalui Inkarnasi-Nya.

Baca Juga: High Level Meeting TPID–TP2DD NTT 2025 : Menjaga Stabilitas Harga dan Mempercepat Transformasi Digital Menjelang Natal Tahun Baru

Dari kandang Betlehem sampai Salib di Golgota, dengan seluruh hidupnya ia menjadi saksi kasih Allah bagi umat manusia. Dia, menurut Evangelist John, “terang sejati yang memenuhi setiap orang” (1:9).

Cemara Simbol Kehidupan Abadi

Pada tahun 2004, Yohanes Paulus II mengenang simbolisme pohon Natal sebagai tanda kehidupan abadi. Di sebelah tempat tidur bayi, seperti di Lapangan Santo Petrus, kita menemukan “pohon Natal” tradisional. Ini juga merupakan tradisi kuno yang meninggikan nilai kehidupan, karena di musim dingin, cemara yang selalu hijau menjadi tanda kehidupan yang tidak akan mati.

Kado Natal biasanya ditaruh di pohon atau disusun di pangkalnya. Dengan demikian, simbol itu juga menjadi fasih dalam pengertian khas Kristen: ia mengingatkan kita akan “pohon kehidupan” (lih. Kej 2: 9), sosok Kristus, anugerah tertinggi Allah bagi umat manusia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

BENARKAH KITAB SUCI KATOLIK DIUBAH

Rabu, 8 April 2026 | 08:06 WIB

LOGOS ILAHI: FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA

Rabu, 8 April 2026 | 08:01 WIB

Mengapa Disebut JUMAT AGUNG

Sabtu, 4 April 2026 | 15:22 WIB

APAKAH SINTERKLAS SUNGGUH ADA?

Sabtu, 6 Desember 2025 | 21:30 WIB
X