4. Perkembangan Selanjutnya:
Paus selama berabad-abad kemudian memperbarui atau mengubah aturan konklaf.
Paus Pius X (1904) memperkenalkan jeda waktu sebelum dimulainya konklaf.
Paus Paulus VI dan Paus Yohanes Paulus II menetapkan batas usia (80 tahun) bagi kardinal pemilih dan memperbarui tata laksana pemilihan dalam dokumen seperti Romano Pontifici Eligendo (1975) dan Universi Dominici Gregis (1996).
5. Konklaf Modern:
Konklaf dilaksanakan di Kapel Sistina, Vatikan dengan jumlah Kardinal pemilih dibatasi maksimal 120 orang. Proses pemilihan dilakukan secara rahasia (scrutinium). Diperlukan dua pertiga suara untuk terpilih sebagai Paus. Setelah pemilihan, diumumkan dengan tradisi Habemus Papam.
Baca Juga: Raibnya Dana PIP di Manggarai Timur Tanpa Kepastian, Oknum Kepsek Kebal Hukum
Proses Berlangsungnya Konklaf Kepausan
Konklaf Kepausan digelar di Kapel Sistina, Istana Vatikan dengan melibatkan sistem pengasingan ketat dan proses pemungutan suara yang terperinci. Proses ini biasanya dimulai 15 hingga 20 hari setelah kematian Paus.
Para Kardinal di seluruh dunia yang berusia di bawah 80 tahun akan berkumpul untuk mengadakan konklaf di Vatikan dan memberikan suara untuk memilih Paus baru. Para Kardinal pemilih mengenakan jubah merah dengan perlengkapannya untuk peristiwa penting.
Proses Konklaf dimulai dengan misa pagi khusus yang kemudian sekitar 120 Kardinal berkumpul di Kapel Sistina. Aba-aba extra omnes yang berarti "semua keluar" menjadi tanda bahwa area segera disegel dan para Kardinal akan dikunci di dalam Konklaf agar pemungutan suara terjadi secara rahasia sampai akhirnya Paus baru terpilih.
Cerobong asap, pembakar kertas suara pemilihan, pencabutan segala jaringan telepon dan internet, hingga pembersihan surat-surat kabar dilakukan untuk menghindari kontak dengan dunia luar. Para Kardinal juga harus menghindari pembicaraan yang berkaitan dengan calon kandidat pilihan mereka atau segala diskusi lainnya.
Para Kardinal kemudian dibagikan sebuah kertas pemilih untuk menulis nama kandidat yang ingin dipilih saat pemungutan suara dilakukan. Surat suara kemudian dibakar di mana asap hitam dari pembakaran menandakan belum ada hasil, sementara asap putih menandakan Paus telah terpilih.
Seorang kandidat harus meraih dua pertiga suara untuk dinyatakan menang dalam pemungutan suara. Jika hasil tidak didapatkan setelah banyak putaran, pemilihan akan mengerucut pada dua kandidat terkuat. Pada abad ke-13, proses Konklaf Kepausan terlama tercatat dalam sejarah yang berlangsung selama 3 tahun.
Baca Juga: Laga Berakhir Imbang, Kemenangan Barcelona vs Inter Milan Ditentukan Pada Leg Kedua
Setelah Paus Terpilih
Setelah terpilihnya Paus, Kardinal Dekan akan mengajukan pertanyaan apakah kandidat bersedia menerima Paus. Jika jawabannya iya, maka ia akan memilih nama kepausannya dan mengenakan jubah putih di Ruang Air Mata. Paus baru kemudian diperkenalkan kepada publik dari balkon Basilika Santo Petrus dengan pengumuman "Habemus Papam" yang artinya "kita memiliki seorang Paus baru".