religi

KAMIS PUTIH:MEMAKNAI KASIH, KERENDAHAN HATI, DAN EKARISTI

Kamis, 2 April 2026 | 23:48 WIB
Suasana Kamis Putih di Kapela Gorong, Stasi St. Yosef Freinademetz, Paroki Elar (Foto: Nana Jhi Serlenso)

Bapa Suci Paus Fransiskus pernah menekankan bahawa upacara pembasuhan kaki bukan sekadar ritual sosial, tetapi sebuah "tindakan kenabian" yang menunjukkan bahawa pemimpin sejati adalah mereka yang melayani dengan rendah hati. Melalui tindakan ini, Yesus mengajar para pengikut-Nya bahawa iman bukan hanya tentang perkara percaya, tetapi tindakan nyata melayani sesama tanpa memandang status, usia, atau latar belakang. Perubahan terkini dalam Gereja juga membenarkan penglibatan wanita dalam upacara ini, menekankan kesatuan dan kepelbagaian umat Tuhan.

Baca Juga: Sampaikan Kritik Tajam ke Pemda dan OPD Manggarai Timur, Rikard Persly: Urus Daerah Bukan Urus Soal Like and Dislike

-Pengkhianatan dan Perjalanan ke Taman Getsemani

Perjamuan Terakhir juga menjadi saat di mana Yesus meramalkan pengkhianatan yang akan dilakukan oleh Yudas Iskariot dan penafian oleh Petrus. Setelah perjamuan, Yesus pergi ke Taman Getsemani untuk berdoa dalam kesedihan yang mendalam, memulakan perjalanan sengsara-Nya. Liturgi Kamis Putih diakhiri dengan perarakan pemindahan Sakramen Mahakudus ke tempat yang disediakan, melambangkan Yesus yang berjaga sendirian. Umat diajak untuk berjaga dan berdoa bersama-Nya dalam keheningan.

Memaknai Kamis Putih (Foto:Ist.net)

Makna Teologi dan Implementasi Pada Kehidupan

Makna Kamis Putih sangat mendalam dan relevan untuk dihayati oleh setiap umat beriman:

1.Panggilan Untuk Melayani

Kamis Putih mengingatkan bahawa setiap pemimpin Kristian dipanggil untuk menjadi "pemimpin yang melayani, bukan dilayani". Teladan Yesus membasuh kaki memanggil kita untuk merendahkan hati, melayani keluarga, masyarakat, dan sesama dengan kasih yang tulus.

2.Syukur atas Ekaristi

Umat diajak untuk kembali menghayati Ekaristi sebagai sumber dan puncak kehidupan Kristian. Dengan merayakan Ekaristi, kita mewartakan wafat Tuhan dan menyatakan kesatuan kita dengan Kristus dan sesama.

3.Persaudaraan Sejati

Yesus membasuh kaki semua murid-Nya, termasuk Yudas yang akan mengkhianati-Nya. Ini mengajarkan kita untuk mengasihi tanpa diskriminasi, menghapuskan batas-batas sosial, dan menjunjung tinggi martabat setiap insan.

 

 

Halaman:

Tags

Terkini

BENARKAH KITAB SUCI KATOLIK DIUBAH

Rabu, 8 April 2026 | 08:06 WIB

LOGOS ILAHI: FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA

Rabu, 8 April 2026 | 08:01 WIB

Mengapa Disebut JUMAT AGUNG

Sabtu, 4 April 2026 | 15:22 WIB

APAKAH SINTERKLAS SUNGGUH ADA?

Sabtu, 6 Desember 2025 | 21:30 WIB