religi

Umat Stasi Compang Ngeles Antusias Ikut Prosesi Jalan Salib Jumat Agung

Sabtu, 4 April 2026 | 09:54 WIB
Umat stasi Compang Ngeles saat mengikuti prosesi jlan salib Jumat Agung (Foto:Dok.FX )

Idenusantara.com-Jumat Agung merupakan hari dimana umat Katolik seluruh dunia menjalankan jalan Salib untuk mengenang kisah sengsara Tuhan Yesus. Jalan salib hidup umat Katolik ini juga dijalankan oleh umat di Stasi Compang Ngeles sebagai peringatan Jumat Agung yang berjalan penuh khidmat.Kegiatan Jalan Salib Hidup di stas ini diikuti ratusan umat katolik baik orang dewasa maupun anak anak yang ada di wilayah stasi tersebut

Ratusan umat stasi St.Yosef Freinademetz-Compang Ngeles, Paroki St.Yohanes Pemandi Lengko Elar, Keuskupan Ruteng terpantau sangat antusias dan mulai berkumpul di titik awal tepatnya di Pertigaan Lea untuk mengikuti prosesi jalan salib pada Jumat Agung.

Baca Juga: KAMIS PUTIH:MEMAKNAI KASIH, KERENDAHAN HATI, DAN EKARISTI

Prosesi jalan salib kali ini dimulai pada pukul 8:00 Wita dengan titik star Pertigaan Lea di KBG Compang Dua dan berakhir pada pukul 10:40 Wita di Kapela Stasi St.Yosef Freinademetz yang bertempat di kampung Gorong.

Umat sangat antusias mengikuti Jalan Salib Tuhan

Ratusan umat tampak mengikuti prosesi jalan salib itu dengan penuh penghayatan, hening dan khidmat meski berlangsung di bawah terik matahari.

"Jalan salib yang kita ikuti hari ini tidaklah seberat jalan salib yang dilakukan Yesus,kiranya kita menghayati dan merenungkannya secara sungguh"ujar Nana Ji pada Jumat (3/4/2026) pagi.

Ketua Orang Muda Katolik (OMK) Stasi Compang Ngeles, Felix Tampu mengatakan bahwa tahun ini stasi menyelenggarakan jalan salib hidup bersama seluruh umat hanya dengan melakukan perarakan dan prosesi jalan salib kali ini sangat berkesan lantaran dilakukan dalam wilayah stasi itu sendiri dari wilayah KBG ke wilayah KBG lainnya.

"Jadinya Umat sangat antusias karena prosesi melewati depan rumah,"kata Felix.

Baca Juga: Asistensi Paskah di Paroki Beokina, Mahasiswa Unika Ruteng Disambut Tradisi “Kepok Tiba”

Ia mengatakan prosesi semacam ini mendorong keterlibatan umat se-stasi secara keseluruhan dalam prosesi yang selama ini hanya berpusat di dalam kapela ataupun gereja.

"Bahwa jalan salib Tuhan sebenarnya merupakan sebuah devosi bagi umat beriman untuk merasakan secara langsung penderitaan yang dialami Tuhan Yesus, dimana umat Stasi St.Yoseph Freinademetz-Compang Ngeles mengikuti upacara ini dengan khusuk meskipun dibawah panasnya terik matahari.Jalan salib adalah Oase yang senantiasa mempersatukan dan menguatkan iman umat khususnya ditengah situasi kehidupan dunia yang penuh dengan pelbagai persoalan," ungkap Felix.

Felix menerangkan bahwa kegiatan berjalan penuh khidmat karena sebelumnya KBG Gorong II sudah mempersiapkan kemudian dengan waktu latihan cukup banyak sehingga ketika melakukan prosesi berjalan dengan baik dan penuh lancar, hikmat dan sungguh.

 

Halaman:

Tags

Terkini

BENARKAH KITAB SUCI KATOLIK DIUBAH

Rabu, 8 April 2026 | 08:06 WIB

LOGOS ILAHI: FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA

Rabu, 8 April 2026 | 08:01 WIB

Mengapa Disebut JUMAT AGUNG

Sabtu, 4 April 2026 | 15:22 WIB

APAKAH SINTERKLAS SUNGGUH ADA?

Sabtu, 6 Desember 2025 | 21:30 WIB