religi

MIMPI YANG MEMBAWA PENGHIBURAN: SEBUAH RENUNGAN KATOLIK

Selasa, 7 April 2026 | 05:18 WIB
Mimpi sebuah penghiburan dari Tuhan

-Mimpi ketiga:

"Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel" (Matius 2:20).

-Mimpi keempat:

Dalam mimpi, Yusuf diperingatkan untuk pergi ke daerah Galilea (Matius 2:22).

Paus Fransiskus dalam surat apostolik Patris Corde menyebut Santo Yusuf sebagai "seorang bapa yang taat". Ketaatan Yusuf terhadap kehendak Tuhan yang disampaikan melalui mimpi menunjukkan bahawa mimpi dapat menjadi sarana yang sah bagi Tuhan untuk menyampaikan pesan-Nya.

Baca Juga: Uskup Siprianus Hormat Pimpin Misa Ketiga Minggu Paskah di Katedral Ruteng, Bupati Manggarai Turut Hadir

2.Warna Putih: Simbol Kemuliaan dan Kebangkitan

Dalam mimpi yang dialami pembaca, ayah dan kawannya muncul berpakaian putih. Dalam tradisi Gereja, warna putih memiliki makna yang sangat mendalam.

Dalam liturgi Katolik, warna putih dikenakan pada hari-hari raya yang merayakan kebangkitan dan kemuliaan: Paskah, Natal, dan perayaan para santo dan santa yang tidak wafat sebagai martir. Dalam Misa Pemakaman Katolik modern, paderi biasanya menggunakan pakaian liturgi berwarna putih, kerana Gereja ingin menekankan bahawa "hidup telah berubah dan bukannya berakhir".

Warna putih juga adalah warna yang dikenakan oleh Yesus saat dimuliakan dalam peristiwa Transfigurasi. Injil Markus mencatat: "Pakaian-Nya berkilat-kilat, putih sekali, seperti tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu" (Markus 9:3).

Dalam penglihatan Kitab Wahyu, orang-orang kudus yang telah menang digambarkan "mengenakan pakaian putih" (Wahyu 7:9). Kerana itu, ketika seseorang yang telah meninggal muncul dalam mimpi dengan pakaian putih, ini dapat dimaknai sebagai tanda bahawa mereka berada dalam kemuliaan dan kedamaian Kristus.

Baca Juga: PADA TENGAH HARI, KEGELAPAN MENYELUBUNGI SELURUH NEGERI

3. Apakah Orang Mati Dapat Menampakan Diri?

Sebagai umat Katolik, kita meyakini bahawa Tuhan yang mahakuasa dapat mengizinkan orang yang sudah meninggal untuk menampakkan diri kepada yang masih hidup—meskipun ini adalah peristiwa yang langka dan luar biasa.

Dalam Perjanjian Baru, kita melihat contoh nyata: dalam peristiwa Transfigurasi, Musa—yang telah meninggal berabad-abad sebelumnya—menampakkan diri bersama Elia di gunung suci kepada Petrus, Yakobus, dan Yohanes (Matius 17:1-8).

Halaman:

Tags

Terkini

BENARKAH KITAB SUCI KATOLIK DIUBAH

Rabu, 8 April 2026 | 08:06 WIB

LOGOS ILAHI: FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA

Rabu, 8 April 2026 | 08:01 WIB

Mengapa Disebut JUMAT AGUNG

Sabtu, 4 April 2026 | 15:22 WIB

APAKAH SINTERKLAS SUNGGUH ADA?

Sabtu, 6 Desember 2025 | 21:30 WIB