6.Kuasa Mengampuni Dosa (Markus 2:5-7)
Ketika Yesus menyembuhkan orang lumpuh, Dia berkata:
"Anak-Ku, dosamu sudah diampuni." (Markus 2:5)
Para ahli Taurat yang mendengar berkata dalam hati: "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah sendiri?" (Markus 2:7). Yesus kemudian membuktikan kuasa-Nya dengan menyembuhkan orang lumpuh itu, menunjukkan bahawa Dia memang memiliki kuasa ilahi untuk mengampuni dosa.
Baca Juga: Mengapa Disebut JUMAT AGUNG
Perspektif Gereja Katolik
Gereja Katolik mengajarkan bahawa Yesus Kristus adalah sungguh Tuhan dan sungguh manusia, suatu misteri iman yang disebut Inkarnasi. Katekismus Gereja Katolik (No. 464-469) menegaskan bahawa dalam diri Yesus, kodrat ilahi dan kodrat manusia bersatu dalam satu Pribadi.
Seperti yang dijelaskan oleh Herald Malaysia, menyebut Yesus sebagai Tuhan bukanlah sesuatu yang salah, melainkan merupakan ungkapan iman Gereja perdana yang berakar pada Kitab Suci. Santo Paulus dalam Suratnya kepada Jemaat di Roma menulis: "Jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahawa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahawa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan" (Roma 10:9).
Baca Juga: Solidaritas dari Katedral Ruteng: Bantuan Mengalir untuk Pembangunan Gereja dan Umat di Momen Paskah
Kesimpulan
Dari keempat Injil—Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes—kita menemukan pelbagai pernyataan Yesus yang menunjukkan ke-Allahan-Nya. Baik secara eksplisit (seperti dalam Yohanes 10:30 dan 8:58) maupun melalui tindakan-tindakan yang hanya dapat dilakukan oleh Allah (seperti mengampuni dosa dan menerima penyembahan), Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Tuhan.
Gereja Katolik, dengan berpegang pada Kitab Suci dan Tradisi Suci, mengimani bahawa Yesus Kristus adalah "Tuhan dari segala Tuhan" dan "Allah dari segala Allah" seperti yang dinyatakan dalam Kredo Nikea-Konstantinopel. Iman ini bukan sekadar doktrin, tetapi merupakan dasar keselamatan kita, kerana hanya Tuhan yang dapat menjadi Penebus umat manusia.