Sebagai motor penggerak, Pdt. Gustaf Nenu menguraikan bahwa masih banyak kekurangan baik itu iklim maupun dukungan modal, tapi kita (Gereja) tetap berusaha untuk mengatasinya.
"untuk saat ini kami tetap memfasilitasi anak-anak muda untuk melakukan pelatihan pertanian di PT. Amazing Farm Bedugul-Bali, sudah 3 kali kita kirim, 5 orang setiap kali pengiriman, puji Tuhan mereka sudah bisa mengimplementasikan ilmunya "ucap Pdt. Gustaf Nenu, M.Th.
Pendeta Gustaf Nenu juga menjelaskan ia memiliki strategi untuk mengatasi stunting di Desa Fatululat Fatumonas, yakni membagikan telur ayam kampung secara cuma-cuma dari hasil penjualan oleh kelompok ternak ibu dan perempuan.
"setiap hari kami bagi per butir telur kepada balita, ibu hamil dan ibu menyusui. Selain itu mereka juga diberikan kapsul kelor, yang diolah senduri dengan cara daun kelor dikeringkan atau dijemur lalu dimasukan ke dalam kapsul. Ucap Pendeta Gustaf.
Pendeta Gustaf Nenu juga berharap agar semua sektoral jangan tutup mata, kita harus berperan aktif dalam penanggulangan kemiskinan ini, berdayakan potensi sumber daya yang ada, mendukung masyarakat dalam bentuk apapun. Ekonomi baik representasi dari kemartabatan kita. tetap semangat, " Tegasnya