Kalo memang itu salah, mengapa kamu diam.
Diam yang buat aku bertahan.
Bertahan dengan kepalsuan .
Baca Juga: PUISI : Hujan dan Kenangan
Aku terlalu bodoh.
Aku akui, aku sudah kalah.
Aku akui, bahwa aku lemah.
Tak ada yang harus di bicarakan lagi.
Baca Juga: PUISI : Suara
Sudah bosan aku terus begini.
Aku sudah sadar, kamu terlalu indah .
Sudah saatnya aku pergi.
Meski sakit, tapi itu harus.
Baca Juga: PUISI : Si Manis Bertopi
Hanya satu pesan dariku.