Mengenal Hari Raya Nyepi, Rangkain Upacara Adat yang Sakral dan Penuh Makna

photo author
Carles Marsoni, Ide Nusantara
- Sabtu, 29 Maret 2025 | 07:43 WIB
STT Santi Budi Dharma Maksan Kelod , Banjar Sampalan, Desa Tajun, KC Kubutambahan, Buleleng, Bali (Foto: Istimewa)
STT Santi Budi Dharma Maksan Kelod , Banjar Sampalan, Desa Tajun, KC Kubutambahan, Buleleng, Bali (Foto: Istimewa)

Hemat satu juta liter bahan bakar

Karena bepergian tidak diperbolehkan selama Nyepi, maka semua masyarakat Bali tidak menggunakan kendaraan dalam kurun waktu 24 jam. Selama jangka waktu tersebut diperkirakan ada satu juta liter bahan bakar yang berhasil dihemat.

Menginspirasi World Silent Day

Sebuah kebanggan, ternyata perayaan Nyepi di Bali menginspirasi kampanye World Silent Day. Aksi berdiam diri pada Hari Raya Nyepi membuat PBB menetapkan setiap 21 Maret sebagai World Silent Day.

Mengurangi global warming

Nyepi juga memberikan dampak positif pada lingkungan. Selama perayaan Nyepi di Bali, Pulau Dewata tercatat berhasil menghemat listrik hingga 60% dibandingkan hari-hari biasa.

Selain baik untuk keseimbangan lingkungan, ritual Nyepi juga membuat Bali jadi lokasi yang tepat bagi wisatawan untuk melakukan refleksi diri. Di momen ini Sobat Parekraf bisa memanfaatkannya dengan melakukan meditasi atau yoga.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Sumber: Dari berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X