Jalan Rusak Hingga Berlubang di Rahong Utara, Bupati Manggarai Masa Bodoh

photo author
Redaksi, Ide Nusantara
- Minggu, 13 April 2025 | 18:12 WIB
Potret jalan rusak di Kecamatan Rahong Utara yang Tidak diperhatikan Pemerintah Kabupaten Manggarai
Potret jalan rusak di Kecamatan Rahong Utara yang Tidak diperhatikan Pemerintah Kabupaten Manggarai

Untuk diketahui, Desa Wae Mantang sendiri terdiri dari 3 anak kampung, yakni kampung Lando, kampung Muwur, dan kampung Wunis. Untuk kantor desanya, berada di kampung Muwur. 

Baca Juga: Bebaskan Warga Lioboto Dari Jalan Rusak; Oni Rega Desak Pemkab Ende Gunakan Pinjaman Daerah

Warga kampung Lando saat hendak ke kantor desa, juga harus merasakan jalan yang berlubang dan berbatu. Kemudian, dari kampung Wunis menuju ke kampung Muwur juga lebih parah lagi. Kondisi jalan yang curam, sempit, dan rusak, membuat tidak sedikit warga yang mengalami kecelakaan.

Warga Desa Wae Mantang hanya  bisa berpasrah dengan keadaan jalan yang rusak parah. Warga hanya berharap pemerintah tersadar dengan keadaan yang terjadi didesa Wae Mantang

"Kalau kami ke kantor camat, Mendingan kami jalan kaki saja pak. Kami takut naik sepeda motor. Karena takut celaka, akibat jalanan yang berlubang", ujar Maksimus (bukan nama sebenarnya), salah seorang warga dari Desa Wae Mantang kepada media pada Minggu, 13 Februari 2025

"Kami hanya berharap, semoga pemerintah tidak menutup mata dengan kondisi jalan di wilayah kami", ujarnya lagi

"Kami seperti anak tiri yang mana tidak begitu diperhatikan oleh pemerintah jika dibandingkan dengan wilayah-wilayah lain", tutupnya.

Sering Terantuk di Jalan Rusak, Warga Pong Lengor: Sangat Sengsara Kami Rasakan

Keluhan mengenai jalanan rusak, tidak hanya sering diserukan oleh warga dari desa Wae Mantang dan sekitarnya. Kali ini, keluhan juga dialami oleh warga dari desa yang berada di wilayah bagian barat kecamatan Rahong Utara, kabupaten Manggarai, Provinsi NTT.

Desa yang berada di wilayah Barat kecamatan Rahong Utara adalah Desa Pong Lengor dan Desa Dimpong. Desa-desa tersebut, berbatasan langsung dengan dua desa dari kabupaten Manggarai Barat, Yaitu Desa Bangka Lewat dan Desa Lawi, Kecamatan Kuwus.

Kampung yang ada di Desa Pong Lengor terdiri dari kampung Lujang, Galang, Golo Tebo, Lengor, Ndekok, dan Bonar. Kemudian Infrastruktur jalan yang menghubungkan antarkampung didesa tersebut, sangat memprihatinkan. 

Baca Juga: Makan Debu di Jalan Rusak; Warga Sokoria Pertanyakan Realisasi MOU PT. SGI Bersama Pemkab Ende

Jangkauan jalan menuju ke antarkampung tidak begitu sulit dan rumit, jika seandainya jalannya bagus. Bahkan masyarakat dari kampung Lujang bisa menempuh waktu 1 jam jika hendak ke Kantor desa Pong Lengor yang berlokasi dikampung Ndekok.

Kemudian, jalan yang dilalui adalah jalanan berbatu dan berlubang. Tidak sedikit yang yang memilih berjalan kaki dari pada harus menaiki sepeda motor. Karena takut terjadi kecelakaan dan takut terjadi kerusakan motor karena harus berbenturan dengan batu yang besar dijalan.

Kemudian untuk mobil taksi yang sering digunakan masyarakat ketika hendak ke kota Ruteng, tidak pernah terlihat di kampung Lujang, Golo Tebo, dan kampung Galang. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Tags

Rekomendasi

Terkini

X