Oase Bakti Kodim 1612 Manggarai: Memutus Belenggu, Merajut Asa Kolektif Bersama Warga

photo author
Dionisius Upartus Agat, Ide Nusantara
- Rabu, 15 Oktober 2025 | 13:39 WIB
Letkol Arh Amos Comenius Silaban, Komandan Kodim 1612/Manggarai sekaligus Komandan Satgas secara langsung memimpin dan ikut terlibat dalam kegiatan TMMD ke-126 di Kecamatan Cibal, Manggarai, Flores, NTT
Letkol Arh Amos Comenius Silaban, Komandan Kodim 1612/Manggarai sekaligus Komandan Satgas secara langsung memimpin dan ikut terlibat dalam kegiatan TMMD ke-126 di Kecamatan Cibal, Manggarai, Flores, NTT

Ruteng, Idenusantara.com — Kopi panas yang dihirup Paulus Damu (47) di teras rumahnya di Desa Riung tak lagi terasa hambar. Kopi yang dulunya hambar, kini pekat oleh rasa syukur.

Selama lima musim tanam, wajah petani di Manggarai ini terbiasa menahan getirnya harapan yang pupus.

Di balik kanvas hijau perbukitan Kecamatan Cibal yang menawan, tersimpan kisah perih tentang sawah yang retak menahan haus akibat irigasi renta dan hasil panen—kopi, kemiri, padi—yang terperangkap di desa karena jalur distribusi yang terjal dan mematikan.

Hari-hari Paulus dan warga empat desa lainnya—Barang, Rado, Pinggang, dan Bea Mese—adalah pertarungan abadi melawan isolasi dan kekeringan.

Namun, pemandangan itu berubah drastis sejak Oktober 2025. Suara deru mesin dan denting cangkul, disertai tawa renyah prajurit TNI dari Kodim 1612/Manggarai, berhasil memecah keheningan.

Mereka datang bukan untuk berperang dengan senjata, melainkan untuk melawan kemiskinan dan keterbelakangan dengan sekop dan semangat pengabdian.

Kodim 1612/Manggarai membawa Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126.

Melampaui sekadar proyek, TMMD adalah narasi oase bakti yang membuktikan bahwa pembangunan harus dimulai dari ketulusan dan harapan yang dijahit kuat di balik seragam loreng.

Oase Bakti Kodim 1612 Manggarai

Bagi warga Cibal, air adalah penentu nasib. Di Desa Riung, Pinggang, dan Bea Mese, trauma kekeringan karena rusaknya saluran air adalah warisan yang memiskinkan.

TMMD datang untuk menghapusnya, dengan fokus merehabilitasi dan membangun tiga unit jaringan irigasi tani vital.

“Dulu air macet, sawah kami kekeringan. Kami seperti menunggu mujizat,” ujar Paulus Damu.

Senyumnya kini menampakkan optimisme baru. Ia dan puluhan warga lain kini bahu-membahu bersama anggota TNI di lokasi pengecoran, mengangkut material hingga ke titik tersulit.

Di bawah koordinasi Serma Husrin, prajurit TNI bekerja mengalahkan terik matahari, memastikan kokohnya setiap sambungan beton.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dionisius Upartus Agat

Tags

Rekomendasi

Terkini

X