Bukan Hanya Mengabarkan, Jurnalis Manggarai Kini Berdiri di Garda Pelestarian Lingkungan

photo author
Gordianus Jamat, Ide Nusantara
- Minggu, 8 Februari 2026 | 18:52 WIB
Persatuan Jurnalis Manggarai (PRISMA) menggelar kegiatan penghijauan melalui penanaman pohon di kawasan mata air Wae Pong Waso, Ruteng, pada Minggu (8/2/2026). (Dok Ide Nusantara/ Gordi Jamat)
Persatuan Jurnalis Manggarai (PRISMA) menggelar kegiatan penghijauan melalui penanaman pohon di kawasan mata air Wae Pong Waso, Ruteng, pada Minggu (8/2/2026). (Dok Ide Nusantara/ Gordi Jamat)

IDENUSANTARA.COM - Peran jurnalis tidak lagi terbatas pada menyampaikan informasi kepada publik. Di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, insan pers menunjukkan wajah lain dari profesinya: hadir langsung di tengah masyarakat sebagai bagian dari gerakan nyata menjaga lingkungan. Hal itu ditunjukkan melalui kegiatan penghijauan dengan penanaman pohon di kawasan sumber mata air Wae Pong Waso, Ruteng, pada Minggu, 8 Februari 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Persatuan Jurnalis Manggarai (PRISMA) ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang mengusung tema "Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat."

Baca Juga: Selain Minta Beli Buku dan Pena, Bupati Ngada Ungkap Sejumlah Fakta Lainnya Sebelum YBR Bunuh Diri

Tidak sekadar seremoni, momentum ini dimaknai para jurnalis sebagai panggilan moral untuk terlibat langsung dalam menjaga kepentingan publik, termasuk kelestarian sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.

Dengan membawa bibit pohon dan semangat kolaborasi, para jurnalis bersama berbagai elemen masyarakat menyusuri kawasan mata air Wae Pong Waso. Lokasi ini dikenal sebagai salah satu sumber air penting yang menopang kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah Ruteng dan sekitarnya. Setiap lubang yang digali dan setiap bibit yang ditanam menjadi simbol harapan akan masa depan lingkungan yang lebih terjaga.

Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Komodo Manggarai, Pemerintah Kecamatan Langke Rembong, Kodim 1612 Manggarai, organisasi kemahasiswaan seperti PMKRI Ruteng dan GMNI Manggarai, Badan Eksekutif Mahasiswa Kampus Unika Santu Paulus Ruteng, STIE Karya Ruteng, dan STIPAS Santu Srilus Ruteng, serta perwakilan pelajar dari sejumlah sekolah menengah atas dan kejuruan seperti OSIS SMK Santo Aloysius Ruteng, OSIS SMK Karya Ruteng, OSIS SMA Karya Ruteng, dan OSIS SMAK Santu Thomas Aquinas Ruteng.

Baca Juga: Resmi Dilantik Jadi Hakim MK Oleh Presiden, Adies Kadir Tegaskan Tak Tangani Perkara Golkar

Ketua Panitia HPN 2026 Manggarai, Wilibrodus Jatam, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan refleksi dari kesadaran insan pers akan perannya sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial.

"Sebagai jurnalis, kami memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan kebenaran dan memperjuangkan kepentingan publik. Namun kami juga menyadari bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari kepentingan publik itu sendiri. Karena itu, kami tidak ingin hanya mengabarkan tentang kerusakan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dengan melakukan tindakan nyata seperti hari ini," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa mata air bukan sekadar sumber air, tetapi merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama.

"Mata air adalah nadi kehidupan masyarakat. Jika kita tidak menjaganya, maka kita sedang mempertaruhkan masa depan generasi kita sendiri. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk memiliki kesadaran yang sama bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama," tegasnya.

Baca Juga: Anak Itu Tak Mati karena Buku Dan Pena, Ia Mati karena Negara Lalai

Direktur Utama Perumda Tirta Komodo Manggarai, Marsel Sudirman, menyampaikan apresiasi atas inisiatif para jurnalis yang telah mengambil peran aktif dalam menjaga sumber air.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sebagai perusahaan yang bertanggung jawab menyediakan air bersih bagi masyarakat, kami sangat bergantung pada keberadaan sumber mata air seperti Wae Pong Waso. Jika sumber air ini rusak, maka pelayanan air bersih juga akan terganggu," ungkap Marsel.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kesadaran jangka panjang dalam menjaga lingkungan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X