Kronologi Penelantaran Wisatawan Asal Jerman yang Ditipu Agen di Labuan Bajo

photo author
Carles Marsoni, Ide Nusantara
- Kamis, 9 April 2026 | 05:20 WIB
Polisi Gerak Cepat Bantu Wisatawan Jerman yang Telantar di Labuan Bajo (Foto: Humas Polres Manggarai Barat)
Polisi Gerak Cepat Bantu Wisatawan Jerman yang Telantar di Labuan Bajo (Foto: Humas Polres Manggarai Barat)

idenusantara.com, LABUAN BAJO – Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat Pam Obvit) Polres Manggarai Barat menunjukkan aksi nyata dalam menjaga citra pariwisata super prioritas Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

Polres Manggari Barat berhasil memediasi pengaduan tiga wisatawan asal Jerman yang sempat merasa ditipu oleh agen perjalanan terkait jadwal keberangkatan kapal wisata Pinisi di Pelabuhan Marina Waterfront, Senin (6/4/2026).

Ketiga wisatawan mancanegara tersebut yakni Dennis Domenik (34), Catrin (37), dan Mario Jurgen (38) diketahui telah menunggu di pelabuhan sejak pukul 08.00 Wita. Namun, hingga pukul 13.00 Wita, kapal Pinisi MAREA yang seharusnya mereka tumpangi tak kunjung memberikan kepastian.

Kronologi Penelantaran

Keresahan memuncak saat pihak agen perjalanan bertajuk "PHINISI TRIP" sulit dihubungi dan tidak memberikan informasi apa pun selama lima jam.

Kasat Pam Obvit Polres Manggarai Barat, IPTU Abnel Tamonob, S.H., menjelaskan bahwa situasi di lokasi sempat menegang karena para tamu merasa ditinggalkan tanpa kejelasan.

Baca Juga: Tragedi KLM Putri Sakinah di Labuan Bajo, Polres Mabar Limpahkan Berkas Tahap Satu ke Kejaksaan

"Para wisatawan telah menunggu sejak pagi tanpa kepastian, sementara pihak agen tidak memberikan respons sama sekali saat dihubungi oleh para korban. Wisatawan sempat merasa tertipu karena ditinggalkan tanpa kabar selama lima jam di pelabuhan," ujar IPTU Abnel Tamonob saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Melihat kondisi tamu yang mulai gusar, petugas piket Easybook segera berkoordinasi dengan personel Sat Pam Obvit yang tengah berjaga di ruang tunggu pelabuhan. Polisi segera mengambil langkah tegas dengan mengambil alih komunikasi untuk memburu pertanggungjawaban pihak agen.

"Menanggapi keluhan tersebut, kami segera berkoordinasi dengan pihak terkait guna menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh wisatawan. Tugas kami adalah memastikan kenyamanan dan keamanan para wisatawan di Labuan Bajo," tegasnya.

Solusi Cepat dan Mediasi

Setelah upaya persuasif dan koordinasi intensif dari kepolisian, pihak agen akhirnya merespons. Sekitar pukul 13.25 Wita, perwakilan agen menemui para wisatawan di lobby Pos Terpadu Pelabuhan Marina Waterfront untuk menjalani proses mediasi yang difasilitasi oleh polisi.

Baca Juga: Polairud Polres Mabar Bersama Tim SAR Gabungan Gelar Simulasi Penanganan Laka Laut di Labuan Bajo

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X