Idenusantara.com-Malam itu Teluk Gurita hening. Ribuan lilin menyala, lampion naik ke langit, dan doa menggema dari kaki Patung Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa. Ave Maria Night 2026 bukan sekadar penutup Bulan Maria. Ini bukti bahwa mimpi yang ditanam 10 tahun lalu, kini berbuah nyata.
Kawasan wisata rohani di Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, dipadati umat dan peziarah dari Timor Leste, TTU, Malaka, hingga Belu sendiri pada malam (31/5/2026). Semua datang membawa satu kerinduan: doa dan harapan untuk perdamaian dunia.
Baca Juga: Lintas Iman di Iduladha: Gereja Katolik Indonesia Bagikan Sapi dan Kambing untuk Umat Muslim
Dari Bukit Kosong ke Destinasi Rohani Megah
Rangkaian dimulai dengan ibadah bersama Komunitas Marriage Encounter ME Atambua, dipimpin Pater Fidelis Jemalu SVD. Suasana syahdu makin terasa saat prosesi lilin dimulai. Ribuan cahaya bergerak perlahan menuju pelataran atas patung, diiringi rosario dan lagu-lagu Maria. Di sana, lilin dan bunga diletakkan. Setiap peziarah menitipkan doa pribadi.
Puncaknya, Isabela Maubere membacakan doa tentang cinta, perdamaian, dan harapan, diiringi Mary Hymns dan pelepasan lampion. Langit Teluk Gurita seketika bertabur cahaya. Permainan lighting menambah khidmat malam itu.
Baca Juga: Menakar Urgensi Reformasi Fiskal dan Integritas Dalam Menjaga Stabilitas Daerah
Bagi Bupati Belu Willybrodus Lay, SH, momen ini sangat emosional.
“Sepuluh tahun lalu, kami berdiri di sini, memandang bukit ini, dan bertekad: di tempat ini kelak akan berdiri Bunda Maria. Malam ini, kita semua menyaksikan sendiri, apa yang dulu hanya gagasan dan impian, kini berdiri kokoh, indah, dan megah di belakang saya,” ucapnya haru.
Ia mengaku tak pernah menyangka embrio kecil dari ketulusan hati itu, 10 tahun kemudian mempertemukan ribuan umat dalam kebersamaan luar biasa.
Menjawab Seruan Paus Leo XIV untuk Perdamaian Dunia
Ave Maria Night tahun ini punya arti ganda. Selain menutup Bulan Maria, acara juga menjawab seruan Bapak Suci Paus Leo XIV agar seluruh umat Katolik sedunia berdoa bersama demi perdamaian sejati.
“Malam ini kita berkumpul bukan hanya untuk devosi kepada Bunda Maria, tetapi juga menjawab seruan Bapak Suci. Kita bersatu berdoa, memohon kedamaian bagi dunia, bagi bangsa ini, dan bagi wilayah kita tercinta,” tegas Bupati Willy Lay di hadapan ribuan umat.
Bupati mengapresiasi ME Atambua yang menggagas acara ini sejak dialog April lalu. Keputusan itu selaras dengan seruan Vatikan, membuat pertemuan jadi semakin istimewa.