daerah

Bersumber dari APBN, Proyek Jalan Rp 125 Miliar Milik PT AKAS di Provinsi NTT Diduga Syarat Korupsi, Warga Minta APH Panggil dan Periksa Kontraktor

Kamis, 17 April 2025 | 07:31 WIB
Jalan ruas jalan labuan bajo-malawatar-batas kota ruteng yang rusak dan tidak diperbaiki PT Akas (Dok istimewa idenusantara.com )

"Saya minta Kejati NTT segera usut proyek ini,” katanya.

Diduga mengurangi volume

U Ditch yang diduga tidak dikerjakan PT Akas di kota labuan bajo

Dihimpun dari berbagai informasi proyek PT AKAS asal Surabaya ini diduga mengurangi spek pekerjaan, yaitu pemasangan U-Ditch Beton yang tidak dikerjakan kurang lebih satu kilo meter 

"Ada beberapa item yang tidak dikerjakan oleh PT AKAS, seperti pemasangan U-Ditch (saluran air atau drainase) di salah satu ruas jalan di kota labuan bajo, " Ujarnya 

Spesifikasi jalan Nasional 

Spesifikasi standard jalan nasional, pekerjaan hotmix harus menggunakan lapisan AC-WC untuk menutup permukaan lapisan AC-BC yang kasar. 

Lapisan AC-WC ini tidak saja membuat kondisi jalan jadi mulus tapi juga membuat umur/usia jalan semakin panjang. Jika tak ada lapisan AC-WC maka bakal terjadi degradasi dini (badan jalan rusak sebelum usia penggunaannya). Pekerjaan lapsan AC-WC ini merupakan pekerjaan mayor (utama) sehingga nilainya cukup besar.

Sementara di beberapa titik ruas jalan Labuan Bajo - Ruteng hanya dilakukan pekerjaan tambal sulam biasa. 

Pecahan aspal di badan jalan ini berusaha ditutup PT. AKAS dengan aspal cair namun pecahan tersebut kembali pecah dan melebar hingga belasan cm. Pecahan ini terjadi hampir di seluruh permukaan badan jalan.

Staf PT Akas bernama Obed, saat dikonfirmasi media ini melalui WhatsApp belum lama ini enggan merespon pertanyaan wartawan. Hingga saat ini Obed belum memberikan penjelasan terkait proyek senilai Rp125 miliar yang diduga bermasalah. Obed memilih bungkam alias diam seribu bahasa.

Dari sumber terpercaya dan data yang ditemukan di lapangan, Proyek ruas jalan nasional Labuan Bajo - Malawatar - Batas kota Ruteng, negara diduga mengalami kerugian capai puluhan miliaran rupiah. 

PT Akas juga diduga belum mebayar pajak Galian C ke Pemda Manggarai yang terletak di Desa Cireng sebesar puluhan juta rupiah. 

 

 

Halaman:

Tags

Terkini